Surabaya (beritajatim.com) – Pemkot Surabaya merelokasi 400 pedagang liar di Pasar Keputran, Senin (14/08/2023). Hal itu dilakukan agar para pedagang liar tidak merugikan para penjual yang sudah menyewa stan di pasar Keputran. Para pedagang liar dianggap merugikan karena menjual dagangannya dengan harga yang lebih murah.
Kasatpol PP Surabaya Muhammad pedagang liar yang berjualan di sepanjang jalan Keputran itu akan difasilitasi untuk masuk berjualan di dalam pasar. Pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan ratusan pedagang liar. Mereka dibebaskan untuk memilih dimana mereka akan berjualan di bawah naungan PD Pasar Surya.
“Silahkan kalau mau masuk ke Pasar Keputran, ada kurang lebih 200 stand yang tersedia. Kami siap fasilitasi mereka yang tidak tahu mau berjualan dimana, dibebaskan (pilih),” jelasnya.
Relokasi ratusan pedagang liat itu berawal dari laporan para pedagang pasar Keputran yang sudah menyewa stan. Mereka mengaku sepi pembeli karena kehadiran pedagang yang berceceran di pinggir jalan depan Pasar Keputran. Selain itu, para pedagang liar ini juga menggunakan trotoar yang peruntukannya untuk pejalan kaki.
“Mungkin lebih gampang, lebih mudah jualan di situ (luar Pasar Keputran). Tapi ini (pedagang) menggunakan badan jalan trotoar, kami minta mereka harus masuk,” ujar dia.
Sebelumnya diberitakan beritajatim.com, Pedagang liar di Pasar Keputran ditertibkan oleh petugas gabungan dari Polrestabes Surabaya dan Satpol PP, Senin (14/08/2023). Agar para pedagang liar tidak kembali, petugas akan menjaga pasar hingga sebulan kedepan.
Apel penertiban pasar Keputran dilakukan Senin (14/08/2023) siang. Dipimpin langsung AKBP Toni Kasmiri KBO Polrestabes Surabaya dan M Fikser Kepala Satpol PP yang baru. Saat petugas gabungan melakukan Apel, sejumlah pedagang liar yang biasa memenuhi sepanjang Jalan Keputran tersebut tidak terlihat. Namun, para penjual berbagai sayuran yang memiliki ruko di sana tampak masih buka.
Sedangkan, pedagang di dalam Pasar Keputran terlihat masih berjualan seperti biasanya. Mereka tampak tengah melayani sejumlah pembeli yang tengah mampir ke tokonya. Menurut Toni, kehadiran pedagang liar selain merugikan sesama pedagang karena harganya tidak logis, juga mengganggu arus lalu lintas. “Ada 214 personel kepolisian yang diterjunkan. Mereka berjaga agar tidak ada pedagang liar masuk ke area Pasar Keputran,” ujar Toni Kasmiri.
Toni mengungkapkan, ratusan anggota polisi itu bakal dibagi menjadi dua waktu jaga, yakni sejak pukul 08.00 WIB sampai 19.00 WIB, dan 19.00 WIB hingga 08.00 WIB. Tugasnya untuk mengamankan Satpol PP kota Surabaya yang melaksanakan tugas dan mencegah adanya keributan.
Sementara itu, Kasatpol PP Surabaya Muhamad Fikser mengatakan, para personel bakal dibagi ke beberapa titik. Untuk memastikan tidak ada pedagang liar masuk ke Pasar Keputran. Satpol PP akan berjaga di Jalan Kayoon, Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Pandegiling Timur dan Barat, Jalan Karimun, Jalan Sonokembang, Jalan Basuki Rahmat dan Pos Polisi dekat pasar Keputran. “Kalau pedagang pasar keputran yang resmi ada datanya. Jadi silahkan berjualan,” tutur Fikser. (ang/kun)
BACA JUGA: Pemkot Surabaya Tanam 9 Bahan Pengganti Padi, Ini Tujuannya






