Probolinggo (beritajatim.com) – Meski harga eceran tetap (HET) LPG 3 Kilogram di wilayah Jawa Timur akan naik, namun beberapa pedagang di Kota Probolinggo belum merasakannya. Pasalnya sampai saat ini para pedagang gorengan masih belum menaikkan harganya.
Seperti halnya Romli salah satu pemilik warung kopi di Pasar Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Romli mengaku saat ini dirinya memilih tidak menaikkan harga gorengan atau kopi yang dijualnya.
“Kalopun naik kemungkinan harganya masih sama, saya jual Rp 2000 per potong. Karena kemaren kopi sudah naik drastis, bisa-bisa nanti malah sepi warung saya,” ungkapnya.
Romli juga mengatakan jika memang nantinya harga LPG akan naik, dirinya akan merubah komposisi jualannya. Diantaranya mulai dari besarnya dikurangi atau beberapa bahan diganti dengan yang lebih murah.
Hal senada di katakan oleh Riris pedagang makanan yang ada di lingkungan pasar. Riris menyayangkan jika nantinya harga LPG akan naik, karena selama ini dirinya yang berjualan makanan berat akan sangat kesusahan.
“Kalau memang naik, ya nanti bisa malah sepi warungnya. Sekarang aja cabe sudah naik, kalo semua naik gimana nasib pedagang ini,” keluhnya.
Diketahui sebelumnya SK Gubernur Jatim telah dikeluarkan dengan menetapkan HET LPG 3 Kilogram. HET LPG 3 Kilogram ini naik menjadi Rp 18 ribu per tabung. (ada/ted)






