Ponorogo (beritajatim.com) – Bulan Syawal tahun ini menjadi bulan yang ditunggu-tunggu oleh para pedagang yang berada di pasar relokasi Eks. RSUD di jalan Dr. Cipto Mangunkusumo Kelurahan Niten Ponorogo. Bagaimana tidak, di bulan tersebut, para pedagang ini ingin melakukan boyongan ke pasar yang selesai dibangun, yakni Pasar Legi.
“Teman-teman pedagang menilaibulan Syawal ini, bulan yang bagus untuk memulai usaha di tempat yang baru, yakni Pasar Legi,” kata Sekretaris paguyuban pedagang Pasar Legi Shenkli Fauzi, Jumat (21/5/2021).
Fauzi sapaan akarab Shenkli Fauzi mengatakan bahwa beberapa waktu lalu, perwakilan pedagang dari beberapa pasar, yakni pasar lanang, pasar eks pengadilan, pasar eks stasiun dan pasar legi sendiri bertemu dengan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdagkum) Ponorogo untuk membicarakan tentang boyongan. Bahwa rencananya boyongan tersebut akan dilakukan pada awal bulan depan atau masih bulan Syawal ini. Terkait boyongan itu juga, Fauzi memyebut pihaknya menyerahkan mekanismenya ke dinas terkait.
“Respon pedagang bermacam-macam. Ada yang berkeinginan cepat pindah ke pasar legi tapi ada juga yang sudah nyaman di pasar relokasi,” kata Fauzi sembari menyebut semua persoalan mengenai pasar ini segera terselesaikan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ponorogo”]
Menanggapi hal itu, Kepala Disperdagkum Ponorogo Addin Adanawarih menyebut pihaknya mengikuti pedagang soal boyongan. Jika para pedagang menginginkan boyongan pada bulan Syawal, pihaknya mengikutinya.
“Persiapan sudah sampai 90 persen untuk boyongan pedagang, baik itu untuk SDM maupun sarana dan prasarananya,” klaim Addin. [end/but]







