Banyuwangi (beritajatim.com) – Serunya balapan motor di Banyuwangi Drag Bike 2023. Ratusan pebalap dari berbagai daerah di Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Timur turut ambil bagian dalam ajang ini.
Mereka beradu cepat dan tangkas di lintasan drag bike Jalan Wiroguno di Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari. Para rider harus mengenyam waktu dua hari untuk bisa dinobatkan sebagai yang terbaik.
Sirkuit di ajang ini memiliki panjang mencapai 6,5 kilometer dengan lebar 8 meter. Sehingga sangat tepat digunakan sebagai sirkuit bagi pada pebalap.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, drag bike ini merupakan salah satu sport tourism yang didukung pemkab untuk mewadahi anak muda yang hobi balap motor.
“Ajang ini semakin melengkapi sport tourism di Banyuwangi. Sebelumnya juga digelar Balap Roadrace, Ijen Downhill, BMX, dan lainnya,” ungkap Bupati Ipuk.
Jalan Wiroguno, kata Ipuk, sengaja disulap menjadi sirkuit selain sebagai jalur alternatif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Banyuwangi selatan. Di sekitar sirkuit dapat terlihat view hamparan sawah yang jadi daya tarik tersendiri
Apalagi jika menerawang di sebelah utara, view Gunung Raung tampak jelas menjadi latar belakang jalan tersebut.
“Tidak hanya itu, kini jalan Wiroguno juga bisa dimanfaatkan untuk arena balap motor karena panjang dan lebarnya jalan tersebut. Para penonton bisa menikmati Gunung Raung dari kejauhan saat nonton di sini,” kata Ipuk.
Baca Juga: Sejarah Singkat Kampung Mandar di Banyuwangi
Ratusan penonton antusias memadati sekitar sirkuit. Kejuaraan berlangsung dua hari, dengan puluhan nomor kelas dari 125 cc, 150 cc, 200 cc, dan 300 cc.
Ketua Penyelenggara, Sugiono Suges, mengatakan kejuaraan ini bertujuan mengembangkan dunia otomotif di Banyuwangi, khususnya drag bike yang merupakan salah satu olahraga favorit anak muda.
“Kami senang melihat antusiasme peserta dan penonton yang sangat tinggi. Kami juga ingin menjalin silaturahmi dan sharing ilmu dengan peserta dari daerah lain,” ujarnya.
Menurut Sugiono, ajang ini diikuti oleh 116 peserta yang terdiri dari 400 starter. Starter merupakan jumlah motor yang digunakan oleh peserta. Dalam drag bike, satu peserta bisa mengendarai lebih dari satu motor yang berbeda.
“Ini menunjukkan bahwa drag bike semakin diminati oleh anak muda. Kami berharap ajang ini dapat menjadi wadah untuk menyalurkan bakat dan minat mereka di bidang olahraga otomotif,” tambahnya.
Salah satu rider asal Banyuwangi yang turut berpartisipasi, Raka Komang, mengendarai motor RX King yang telah dimodifikasi dengan berbagai aksesoris dan performa.
“Saya senang bisa ikut drag bike ini. Saya bisa bertemu dengan teman-teman dari daerah lain dan belajar dari mereka. Saya juga ingin mengharumkan nama Banyuwangi di bidang ini,” ungkapnya. (rin/ted)






