Jember (beritajatim.com) – Fraksi PDI Perjuangan mendesak penggunaan hasil efisiensi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk pencapaian target 100 persen Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
“Kami ingin memastikan bahwa penghematan yang dihasilkan dari restrukturisasi birokrasi benar-benar dialokasikan untuk kesehatan masyarakat Jember,” kata Indi Naidha, juru bicara Fraksi PDI Perjuangan, dalam sidang paripurna DPRD Jember, Jumat (14/3/2025) malam.
PDI Perjuangan terus mendorong agar setiap warga Jember bisa berobat gratis tanpa kendala biaya. “Upaya ini dapat dilakukan dalam Perubahan APBD 2025. Layanan kesehatan harus menjadi prioritas utama dalam kebijakan efisiensi,” kata Indi.
Rencananya pembahasan Perubahan APBD 2025 akan dipercepat menyusul keluarnya surat edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900/.1.1/640/SJ tertanggal 11 Februari 2025 yang mengatur penyesuaian kebijakan pembangunan daerah melalui perubahan Rencana Kerja Pemerintah Daerah dan Perubahan APBD.
“Kami ingin masyarakat merasakan manfaat langsung dari kebijakan ini, karena kesehatan adalah hak semua warga tanpa pengecualian,” kata Indi.
Cakupan kesehatan universal (universal health coverage atau UHC) warga di Kabupaten Jember, pada 2024 mencapai 98,33 persen. Namun hanya 57,41 persen peserta yang aktif membayar iuran. Sekitar 40,92 persen peserta yang tak aktif berasal dari segmen pekerja penerima upah dan pekerja atas risiko sendiri.
Pemkab Jember saat ini memberikan bantuan iuran JKN kepada 313.761 orang dengan dibiayai Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) setiap tahun.
Kurang lebih 257 ribu orang warga Jember belum pernah terdaftar sebagai peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola Badan Penyelanggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Sementara itu, Dinas Sosial Kabupaten Jember mencatat dari 1.001.173 orang yang tercatat dalam DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) per Desember 2024, sebanyak 996.793 orang terdaftar sebagai peserta JKN. Sebanyak 809.156 orang dinyatakan aktif, dan 189.941 orang sisanya dinyatakan tidak aktif lagi.
Di tengah kondisi ini, Bupati Muhammad Fawait saat kampanye pemilihan kepala daerah menjanjikan layanan kesehatan gratis di seluruh rumah sakit, negeri dan swasta, di Indonesia bagi warga Jember.
“Kami berkomitmen, bahwa warga Jember di mana pun berada, kalian sakit tidak perlu khawatir. Masuk rumah sakit mana pun tanpa administrasi, tanpa surat dari kepala desa, tanpa mengorbankan nakes (Tenaga Kesehatan), tanpa mengorbankan rumah sakit,” katanya, dalam debat perdana antarkandidat, Sabtu (26/10/2024) malam. [wir]






