Jember (beritajatim.com) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kemungkinan besar masih akan tetap terlaksana di tengah situasi krisis ekonomi dan keterbatasan finansial. Namun PDI Perjuangan Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyarankan program ini dilaksanakan lebih selektif.
Ketua DPC PDI Perjuangan Jember Widarto menyarankan MBG diberikan kepada penerima manfaat dari kalangan menengah ke bawah berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional. Ini akan lebih menghemat anggaran.
“Di situ datanya sudah ada. Mereka punya anak berapa, yang sekolah berapa. Bisa dihitung dari situ. Kalau itu ditotal, saya yakin sangat besar. Bisa jadi separuh tidak perlu ada MBG,” kata Widarto, Minggu (22/3/2026).
Widarto sering mendapat informasi adanya siswa dari kalangan menengah ke atas yang memilih tidak mengonsumsi MBG, karena sudah membawa bekal dari rumah. Ini masalah kebiasaan. “Kalau Anda cek di sekolah pasti ketahuan, ada beberapa yang tersisa gara-gara anak enggak mau,” katanya.
Efisiensi saat ini sangat dibutuhkan untuk menghadapi situasi tak menentu akibat krisis global. Widarto memahami pemerintah pusat saat ini berada dalam posisi sulit. “Ini alarm keras untuk fiskal negara dan kondisi ekonomi bangsa kita,” katanya.
Kenaikan harga minyak dunia dalam waktu yang relatif lama akan menambah alokasi subsidi BBM nasional. “Itu tentu semakin berat di tengah APBN yang sampai Februari sudah defisit Rp 135 T atau 0,53 persen dari Produk Domestik Bruto). Sementara target setahun dalam UU APBN 2,68 persen atau Rp 689,14 triliun.” kata Widarto.
Asumsi harga minyak dalam APBN adalah 70 dollar per barel. Namun saar ini harga sudah di atas itu. Nilai tukar rupiah terhadap dollar pun melemah dari asumsi Rp 16.500.
“Kalau kemudian beban ini ini di share, atau ditanggung oleh warga negara dengan menaikkan harga BBM, maka akan berpengsruh terhadap inflasi, dan tentu akan semakin memperlemah daya beli masyzrakat. Dampaknya ekonomi bisa tumbuh minim atau bahkan mengalami resesi,” kata Widarto. [wir]







1 Komentar
tidak punya data valid cari gampangnya ambil jalan pintas, semua diberi mbg