Bojonegoro (beritajatim.com) – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Buana Bojonegoro secara terbuka mengumumkan adanya gangguan distribusi air besar-besaran yang berdampak hampir di seluruh wilayah perkotaan. Gangguan ini disebabkan oleh kerusakan pipa yang bocor akibat pembangunan proyek trotoar dan drainase yang sedang berlangsung di sejumlah titik.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Buana, M Khoirul Anwar, menjelaskan bahwa gangguan distribusi air kali ini bukan disebabkan oleh kerusakan teknis internal, melainkan karena pipa utama milik PDAM terdampak langsung oleh aktivitas proyek infrastruktur milik pemerintah daerah.
“Kami sampaikan kepada seluruh pelanggan bahwa ada gangguan distribusi air. Hal ini disebabkan karena beberapa titik pipa sebesar 6 inci bocor akibat dampak pembangunan proyek trotoar,” ujar M Khoirul Anwar di Bojonegoro, Rabu (5/11/2025).
Khoirul menyebut, salah satu lokasi yang mengalami kerusakan parah berada di Jalan Pattimura. “Di Jalan Pattimura, pipa yang bocor berukuran 6 inci. Petugas PDAM Bojonegoro kini masih melakukan perbaikan dengan mengganti pipa baru,” jelasnya.
Namun, lokasi tersebut bukan satu-satunya titik terdampak. Tim teknik PDAM saat ini masih melakukan inventarisasi untuk menghitung total kerusakan akibat proyek yang sedang berjalan. “Jumlah pastinya untuk pipa yang rusak masih diinventarisir oleh Bagian Teknik,” tambah Khoirul.
Akibat kerusakan berantai itu, distribusi air di hampir seluruh wilayah perkotaan Bojonegoro terganggu, dengan dampak mulai dari aliran air yang mengecil hingga mati total. “Kami imbau pelanggan untuk menampung air sebelum dilakukan perbaikan. Kami memohon maaf atas gangguan yang terjadi,” tutup Khoirul Anwar.
Salah seorang warga Kelurahan Karangpacar, Yani, mengaku aliran air PDAM di rumahnya sudah tidak mengalir sejak Selasa pagi. “Kemarin pagi sampai hari ini (tidak mengalir),” ujarnya.
Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Bojonegoro, proyek pembangunan saluran drainase dan pemasangan U-Ditch yang diduga menjadi penyebab kebocoran pipa PDAM ini menelan anggaran Rp50,8 miliar. Pekerjaan tersebut tersebar di sembilan titik strategis perkotaan, meliputi Jalan AKBP M Soeroko (sisi barat dan timur), Jalan Sawunggaling, Jalan WR Supratman (sisi barat dan timur), Jalan Jaksa Agung Suprapto, Jalan KH Mansyur, Jalan Pattimura, serta Jalan Panglima Polim.
Gangguan layanan air bersih ini menjadi perhatian warga, sebab kebutuhan air rumah tangga sangat bergantung pada jaringan distribusi PDAM. Pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat koordinasi antarinstansi agar proyek infrastruktur tidak kembali mengganggu layanan publik vital di masa mendatang. [lus/beq]






