Banyuwangi (beritajatim.com) – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi mengeluarkan instruksi resmi bernomor 145/PC.01/A.II.08.03/1612/07/2025 terkait musibah tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali. Instruksi tersebut ditujukan kepada seluruh jajaran Nahdlatul Ulama di semua tingkatan, mulai dari pengurus cabang, majelis wakil cabang, ranting, anak ranting, lembaga, badan otonom, hingga warga Nahdliyin se-Kabupaten Banyuwangi.
Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi, Sunandi Zubaidi, menyampaikan bahwa pihaknya menginstruksikan masyarakat untuk melaksanakan Sholat Ghoib dan Tahlil Bersama seusai Sholat Jum’at di masjid sekitar tempat tinggal masing-masing.
“Doa bersama dan sholat ghoib ditujukan kepada seluruh korban KMP Tunu Pratama Jaya yang telah meninggal dunia,” ujar Sunandi, Jumat (11/7/2025).
Ia menjelaskan, doa bersama ini juga diperuntukkan bagi para korban yang belum ditemukan agar segera ditemukan dalam keadaan terbaik. Selain itu, Sunandi berharap proses pencarian serta evakuasi korban dapat berjalan lancar, sementara keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
“Ini adalah salah satu ikhtiar doa bersama untuk para korban yang belum ditemukan. Untuk para korban semoga diberikan tempat terbaik,” tambahnya.
Mewakili seluruh jajaran PCNU Banyuwangi, Sunandi turut menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya pada Rabu (2/7/2025) lalu di perairan Selat Bali menuju Pelabuhan Gilimanuk.
“Semoga seluruh amal ibadah korban kapal dapat diterima. Duka ini menjadi duka masyarakat Banyuwangi, semoga proses pencarian korban lainnya dipermudah dan segera ditemukan,” pungkas Sunandi. [alr/beq]






