Pasuruan (beritajatim.com) – Belum genap satu tahun Payung Madinah Kota Pasuruan diresmikan namun sudah rusak. Kerusakan ini terlihat pada jari-jari besi membran yang keluar dan menggelantung ke bawah.
Terlihat pula tali pengaman yang mengitari saru payung yang rusak. Penyebab kerusakan payung ini pun sampai saat ini masih belum diketahui.
Banyak wisatawan yang menyayangkan payung yang tidak terbuka. Salah satunya yakni Zubaidah, wisatawan asal Jember, Jawa Timur.
“Saya sama keluarga memang rencana datang ke Kota Pasuruan cuman buat liat Payung Madinah. Tapi saat datang, payungnya malah tutup, katanya sih rusak,” kata Zubaidah saat mendatangi Alun-alun Kota Pasuruan.
Di lain tempat, Hari salah satu warga Kota Pasuruan juga menyayangkan rusaknya Payung Madinah. Pasalnya kali ini sudah banyak wisata yang sudah berdatangan untuk melihat Payung Madinah.
[berita-terkait number=”3″ tag=”wisata-pasuruan”]
Selain itu, payung yang rusak juga sangat dikhawatirkan dengan keselamatan warga yang berkunjung. Mengingat membran payung Madinah yang menggelantung ke bawah.
“Kan kasian wisatawan jauh-jauh datang tapi tidak bisa menikmati keindahan payung Madinah. Ya semoga bisa cepat diperbaiki lagi,” jelas Hari.
Terkait kerusakan Payung Madinah, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Pasuruan hingga saat ini belum bisa dikonfirmasi. [ada/but]






