Osaka (beritajatim.com) – Paviliun Indonesia kembali mencatat capaian membanggakan di ajang World Expo 2025 Osaka. Bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2025, jumlah pengunjung Paviliun Indonesia resmi menembus angka 2 juta sejak pembukaan Expo pada April 2025. Pencapaian ini menjadi bukti tingginya antusiasme masyarakat Jepang maupun internasional terhadap tema yang diusung Indonesia, yakni “Thriving in Harmony: Nature, Culture, Future.”
Pengunjung ke-2 juta yang berasal dari Tokyo, Jepang, disambut meriah oleh tim Paviliun Indonesia. Ia mendapatkan doorprize berupa tiket penerbangan Jepang–Bali–Jepang serta voucher hotel untuk menginap tiga hari dua malam.
“Pemberian doorprize ini bertujuan untuk menarik animo pengunjung untuk mengenal lebih jauh tentang Indonesia, dan tentunya menarik lebih banyak lagi pengunjung dalam sisa waktu dua bulan ke depan. Akan ada beberapa kali sesi pemberian tiket gratis kepada pengunjung hingga target 2,8 juta tercapai,” ujar Direktur Paviliun Indonesia Rahmat Mulianda di Expo 2025 Osaka.
Sejak April hingga pertengahan Agustus, Paviliun Indonesia telah menghadirkan berbagai program unggulan. Di antaranya 51 kegiatan business forum, business matching, promosi investasi, pameran kriya, fesyen, kuliner, hingga pertunjukan budaya.
Setiap kegiatan melibatkan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, hingga perusahaan dari dalam dan luar negeri. Momentum capaian 2 juta pengunjung pada hari kemerdekaan tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga motivasi untuk terus menghadirkan pengalaman terbaik bagi publik dunia.
Dalam sisa waktu penyelenggaraan hingga 13 Oktober mendatang, Paviliun Indonesia akan menampilkan lebih banyak pertunjukan seni, sajian kuliner Nusantara, hingga inovasi ramah lingkungan yang mencerminkan semangat pembangunan berkelanjutan. Kehadiran Paviliun Indonesia di World Expo 2025 diharapkan dapat mendongkrak sektor pariwisata, perdagangan, dan investasi.
“Paviliun Indonesia adalah miniatur Indonesia. Setiap pengunjung yang datang adalah duta yang membawa pulang cerita dan kesan tentang Indonesia,” tambah Rahmat Mulianda. [beq]

as a preferred source on Google




