Parepare (beritajatim.com) – Pelatih Persebaya Surabaya, Paul Munster, meminta maaf atas kritik tajamnya terhadap lokasi venue pertandingan antara PSM Makassar dan Persebaya di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, Jumat (7/3/2025).
Sebelumnya, Munster sempat mengkritik kesiapan stadion baru milik PSM tersebut, dengan menilai bahwa fasilitasnya belum layak untuk menggelar pertandingan Liga 1. Namun, setelah pertandingan berlangsung, pandangannya berubah.
“Saya minta maaf karena kemarin saya berbicara tentang AC, fasilitas, dan lain-lain. Namun, saya harus memberikan pujian karena malam ini luar biasa. Jadi, pujian setinggi-tingginya untuk PSM dan panitia pelaksana pertandingan,” ujar Munster, ditulis Sabtu (8/3/2025).
Mantan pelatih Bhayangkara FC itu menegaskan bahwa kritik yang ia sampaikan sebelumnya tidak bermaksud menyakiti pihak mana pun. Menurutnya, penilaiannya hanya berdasarkan kondisi stadion yang pada saat timnya melakukan official training masih dalam tahap pengerjaan.
“Saya tidak bermaksud menyakiti siapa pun. Itu hanya masalah yang terjadi kemarin. Tetapi, stadion ini bagus. Anda bisa melihat potensi besar di sini dengan struktur yang berbeda,” imbuhnya.
Munster juga menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah berusaha menyediakan fasilitas terbaik bagi Persebaya. Ia mengapresiasi PSM Makassar yang dalam satu hari mampu menyelesaikan berbagai kekurangan yang sebelumnya ia kritik.
“Persebaya senang menjadi tim pertama yang bermain di sini, di fasilitas baru ini. Jadi, kami berterima kasih. Tetapi apresiasi terbesar harus diberikan kepada PSM Makassar dan para pemainnya karena dalam satu hari, semuanya bisa diperbaiki, dan itu adalah pencapaian besar. Kita bisa melihat pertandingan ini berjalan dengan baik,” tambah Munster.
Sebelumnya, Munster sempat terkejut dengan keputusan PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang tetap menggunakan stadion yang masih dalam tahap penyelesaian. Ia menilai pihak LOC (Local Organizing Committee) PSM Makassar tampak belum sepenuhnya siap dalam menyediakan fasilitas yang memadai untuk pertandingan.
“Saya tahu situasi di sini. Saya sangat terkejut. Kami bermain di sini dan saat tiba, kami harus menunggu di bus. Saat kami masuk, stadion ini belum siap. Tidak ada AC, udara terasa tidak nyaman karena banyak debu,” ungkap Munster.
Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan bahwa kondisi ruang ganti masih berantakan dan berdebu, sehingga para pemainnya terpaksa berganti pakaian di lapangan. “Kami berganti pakaian di lapangan. Lingkungan, kesehatan, dan keselamatan menjadi perhatian utama. Sulit bernapas di dalam ruangan karena tidak ada AC, dan banyak orang merokok di dalam maupun di luar lapangan,” tutupnya.
Pelatih asal Irlandia Utara itu juga memuji atmosfer pertandingan di Stadion BJ Habibie. “Suasana pertandingan di sini sangat bagus. Senang sekali menjadi tim pertama yang bermain di stadion baru ini. Saya sangat senang,” ujarnya. [way/beq]






