Blitar (beritajatim.com) – Patung Bung Karno di Istana Gebang Kota Blitar akan diganti. Rencana ini telah direstui oleh Megawati Soekarnoputri yang merupakan putri dari Pahlawan Proklamator, Ir. Soekarno.
Diketahui, Megawati menghendaki agar patung Bung Karno dengan posisi berdiri dengan membawa tongkat yang terpasang di Istana Gebang, Blitar diganti dengan yang baru.
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu ingin dibuatkan patung dengan pose Bung Karno sedang duduk dan membaca buku seperti yang ada di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Republik Indonesia.
“Ibu (Megawati) menghendaki patung seperti Lemhannas, saat Bung Karno duduk membaca buku di kursi,” ungkap Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDI Perjuangan Jatim, Budi ‘Kanang’ Sulistyono.
Kanang menjelaskan bahwa pergantian patung ini memiliki makna yang mendalam. Patung Bung Karno dengan pose duduk dan membaca buku memiliki filosofi yang mendalam.
Filosofinya yakni Bung Karno sebagai guru bangsa, bukan hanya sang Proklamator. Bagi Megawati, sang ayah yakni Bung Karno adalah Guru Bangsa yang tak lekang oleh waktu.
“Karena filosofinya Bung Karno adalah guru bangsa. Bukan hanya sekadar proklamator, tapi selamanya Bung Karno menjadi guru bangsa,” imbuhnya.
Arsitek yang ditunjuk untuk membuat batung ini adalah Farid Yudha Umbara. Ia diberi waktu sekitar 3 bulan untuk membuat patung Bung Karno dengan posisi duduk dan membaca buku.
“Buat patungnya ini saja sekitar 3 bulan kalau semua perbaikan di Istana Gebang ini sekitar 5-6 bulan,” ucap Farid.
Pergantian patung Bung Karno ini merupakan bagian dari renovasi Istana Gebang yang dilakukan oleh PDIP Jawa Timur. Selain patung perbaikan ini meliputi atap serta bagian tembok luar Istana Gebang.
“Lantai juga akan ada sentuhan jadi paving ini diganti sama batu andesit,” tegasnya. [owi/beq]






