Mojokerto (beritajatim.com) – Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto Moh Ali Kuncoro terjun ke lokasi pasangan suami-istri (pasutri) terseret arus Sungai Banyak Dusun Watutumang RW 1 RT 1, Desa Candiwatu, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Menyusul kedua korban merupakan warga Kota Mojokerto.
Orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto ini didampingi Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto Yo’ie Afrida Soesetyo Djati. Mas Pj (sapaan akrab, red), sempat menggali keterangan dari keponakan korban.
Kemudian Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Timur ini melihat langsung tempat hanyutnya pasutri di Sungai Banyak. Pihaknya mengaku akan berkoordinasi dengan Bupati Mojokerto menyusul lokasi hanyutnya korban berada di wilayah Kabupaten Mojokerto.
“Ini kan lintas wilayah, saya laksanakan koordinasi duli dengan Bu Bupati Mojokerto. Saya harus izin masuk wilayah beliau karena kedua warga saya yang tenggelam. Ini dari hulu ke hilir mulai di sisir tapi kita hanya sebatas ngecek di aliran bawah jika korban ditemukan,” ungkapnya, Sabtu (10/2/2024).
Masih kata Mas Pj, secara Standard Operating Procedure (SOP) dari BPBD Kabupaten Mojokerto menyampaikan jika harus tetap berkoordinasi dengan Badan SAR Nasional (BASARNAS). BASARNAS akan mencari kedua korban yang terseret arus Sungai Banyak.
“Kita berharap masih ada kemungkinan, semua ditemukan dalam keadaan selamat. Doanya saja. Informasinya kan si bapaknya (Ari) kondisi sakit, kena stroke. Sekitar pukul 12.30 WIB saat kondisi gerimis, korban dan empat keponakannya masih tenang bermain di Sungai Banyak kemudian hujan turun dengan derasnya,” katanya.
Saat itulah, korban mendengar suara gemuruh arus Sungai Banyak yang datang menerjang. Beruntung keempat keponakan korban berhasil naik untuk keluar dari Sungai Banyak sebelum arus deras menerjang. Sedangkan korban tidak bisa bergerak cepat bersama sang istri masih di dalam sungai.
“Bapaknya (Ari) posisi terakhir, kebetulan sempat dipegangi istrinya. Karena arus sudah datang dan berpegang pada batu yang licin, terseret oleh arus. Tidak (banjir bandang) kajian BPBD, air hujan dan debet sungai naik. Tidak ada material (banjir bandang membawa material),” tegasnya.
Mas Pj menegaskan jika arus deras yang menghanyutkan kedua korban bukanlah air bah maupun banjir bandang. Menurutnya, arus deras tersebut terjadi karena naiknya debit air sungai akibat hujan deras yang mengguyur kawasan Pacet, Kabupaten Mojokerto.
Hak tersebut dibenarkan Kalak BPBD Kabupaten Mojokerto, Yo’ie Afrida Soesetyo Djati. “Debit air meningkat karena hujan deras mulai jam 11 tadi di Pacet. Hulunya dari Sungai Kromong, salah satunya mengalir ke Sungai Banyak ini. Bukan air bah maupun banjir bandang,” tandasnya.
Sebelumnya, pasangan suami-istri (pasutri) asal Kota Mojokerto dikabarkan hanyut terbawa arus sungai saat berendam di Sungai Banyak Dusun Watutumang RW 1 RT 1, Desa Candiwatu, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Hingga saat ini, proses pencarian masih berlangsung. Korban diketahui atas nama Ari Budi Yuwono (53) dan Ririn Martiningsih (53)
warga Panderman Raya RT 01 RW 07, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Korban Budi memakai kaos putih dan celana pendek hitam, sementara korban Ririn memakai atasan ungu dan bawah leging hitam. [tin/kun]







