Pacitan (beritajatim.com) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami level 3 atau AWAS setelah terjadi gempa bumi sangat kuat berkekuatan Magnitudo 8,7, Selasa (28/10/2025) pukul 09.05 WIB. Episenter gempa berada di laut pada kedalaman 13 kilometer, sekitar 150 km tenggara Jawa Timur.
Pemantauan muka air laut menunjukkan gelombang tsunami sudah terdeteksi di sejumlah titik. Pantai Sedeng, Yogyakarta mencapai 18,24 meter pada pukul 09.35 WIB, disusul Pacitan 14,68 meter pukul 09.34 WIB, serta Pangandaran 10 meter pukul 09.49 WIB.
Pacitan termasuk wilayah berstatus AWAS, dengan alert resmi terbit pukul 09.33 WIB. BMKG menegaskan masyarakat pesisir selatan tidak menunggu instruksi tambahan dan wajib segera mengungsi ke tempat tinggi. Sirine peringatan dini milik BPBD telah diaktifkan, dengan evakuasi diprioritaskan untuk anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.
Namun Kepala Pelaksana BPBD Pacitan, Erwin Andriatmoko, menjelaskan bahwa skenario tersebut merupakan uji coba sistem peringatan dini tsunami (EWS) Multi Hazard yang baru saja dikirimkan BNPB melalui program IDRIB (Indonesia Disaster Resilience Initiative).
“Pacitan adalah satu-satunya kabupaten di Jawa Timur yang menerima perangkat EWS Multi Hazard dari BNPB. Hari ini diuji apakah sistem bisa bekerja maksimal mulai dari alat pantau, call center EWS, hingga jalur evakuasi masyarakat,” ujarnya Selasa (28/10/2025).
Selain perangkat hardware, simulasi juga terintegrasi dengan aplikasi Sistem Manajemen Pusdalops (Simampu), yang mampu menghitung luas terdampak, jumlah jiwa, bangunan, hingga kebutuhan logistik secara real time melalui Pusdalops yang berjaga 24 jam.
“Peluncuran sistem tersebut dilakukan bersamaan secara nasional, dan Pacitan menjadi lokasi utama demonstrasi teknologi mengingat wilayah ini termasuk salah satu zona paling rawan tsunami di pesisir selatan Jawa,” tandasnya (tri/ian)






