Pasuruan (beritajatim.com) – Dampak wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masih dirasakan para pedagang daging sapi di wilayah Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Meski wabah telah berlalu, ketersediaan sapi potong di pasar tradisional tetap terbatas sehingga menyulitkan pedagang dalam memenuhi kebutuhan pembeli.
Para pedagang mengaku kini harus mencari sapi hingga ke luar daerah karena stok di Pasuruan menipis. Kondisi ini membuat biaya operasional meningkat dan keuntungan semakin menurun.
Ketua Paguyuban Pedagang Daging Sapi Pasar Pandaan, Muhammad Habibi, mengatakan dirinya rutin ke Probolinggo dan Malang untuk mendapatkan pasokan sapi. “Saya harus keluar wilayah agar dapat sapi potong, kalau tidak, besok tidak jualan dan rugi makin besar,” ujarnya, Jumat (7/11/2025).
Habibi menambahkan, meski harga sapi potong naik signifikan, ia tetap menjual daging dengan harga standar pasar. Menurutnya, harga daging premium di Pandaan saat ini masih berada di kisaran Rp120 ribu per kilogram.
“Kalau harga saya naikkan, pembeli bisa kabur ke tempat lain. Jadi mau tidak mau, saya jual sesuai harga pasar meski untungnya tipis,” imbuhnya.
Hal serupa dirasakan Topan, pedagang daging lainnya di Pasar Pandaan. Ia menyebut, saat ini berdagang daging seperti kerja bakti karena keuntungan hampir tidak ada.
“Setiap hari jualan cuma biar terlihat kerja, padahal keuntungan tipis banget,” ucapnya.
Menurut Topan, kenaikan harga sapi membuat banyak pedagang bertahan hanya karena kebutuhan hidup, bukan lagi mengejar keuntungan. Kondisi ini semakin berat karena daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih.
Para pedagang berharap pemerintah daerah memberikan solusi nyata bagi peternak yang terdampak PMK tahun lalu. Bantuan modal atau bibit sapi dinilai dapat membantu memulihkan rantai pasokan daging lokal yang kini belum stabil.
“Pemerintah harus hadir pasca PMK, karena banyak peternak yang rugi besar dan kehilangan modal untuk beternak lagi,” kata Habibi.
Ia menegaskan, tanpa dukungan pemerintah, pedagang dan peternak akan terus kesulitan memenuhi kebutuhan daging sapi di wilayah Pasuruan. Karena itu, mereka mendesak adanya langkah konkret dari dinas terkait agar sektor peternakan sapi kembali bangkit.
Upaya pemulihan pasca-PMK dinilai penting untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga daging sapi, sekaligus menggerakkan kembali roda ekonomi pasar tradisional di Pandaan. [ada/beq]






