Pamekasan (beritajatim.com) – Calon Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman memiliki ambisi untuk kembali menjadikan Pamekasan, sebagai kabupaten rujukan berbagai sektor pembangunan di Madura.
Ambisi tersebut bukan tanpa alasan, sebab dirinya memiliki cukup pengalaman dalam menggagas beragam program inovatif dalam meningkatkan sektor pembangunan, khususnya saat menjabat sebagai Bupati Pamekasan, Periode 2008-2013 lalu.
Beberapa program terobosan dan inovatif, di antaranya pembangunan Kantor Imigrasi di Pamekasan. Sehingga dengan keberadaan kantor tersebut, warga Pamekasan tidak lagi harus jauh-jauh mengurus dan membuat paspor di Surabaya.
“Dulu sebelum ada Kantor Imigrasi di Pamekasan, warga Pamekasan, Sampang dan Sumenep sangat sulit ketika ingin membuat atau mengurus paspor. Maka saat itu kami gagas agar ada kantor imigrasi di Pamekasan,” kata KH Kholilurrahman, Rabu (16/10/2024).
Bahkan pada saat itu, pihaknya harus memutar otak untuk membangun kantor imigrasi, dan akhirnya Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pamekasan, dijadikan sebagai opsi untuk ditempati kantor imigrasi.
“Dulu kami serba terbatas, tetapi kami bisa mewujudkan Kantor Imigrasi demi memudahkan sektor pelayanan kepada masyarakat, yakni dengan cara membagi ruang dengan Kantor Disnakertrans,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, figur yang akrab disapa Kiai Kholil juga bahu membahu bersama sang wakil, Kadarisman Sastrodiwirdjo mengembangkan sektor olahraga melalui cabang sepakbola agar bisa berpartisipasi pada ajang nasional.
Saat itu tim kebanggaan warga Pamekasan, Persepam juga mulai menggeliat berkat tangan dingin Kiai Kholil. Dimulai dari Divisi II naik menuju Divisi I dan pada akhirnya lolos ke kasta tertinggi sepakbola tanah air, Divisi Utama.
“Untuk lolos ke ISL (Indonesia Super League), kami bersama Pak Dadang (sapaan akrab Kadarisman Sastrodiwirdjo) dan Pak Achsanul Qosasi berjuang demi sepakbola Pamekasan. Sebab saat itu Persepam akan dicurangi karena yang akan diloloskan tim dari daerah lain,” kenang Kiai Kholil.
Selain peningkatan prestasi dari sektor olahraga, kandidat yang saat ini berduet bersama Sukriyanto dengan tagline KHARISMA, juga sempat melengkapi sarana dan prasarana sebagai penunjang dan pelengkap dari keberhasilan Persepam di Liga Indonesia.
Di antaranya dengan membangun Stadion Pamekasan (saat ini Stadion Gelora Madura Rato Pamelingan Pamekasan), terlebih salama berkompetisi di liga Indonesia, Persepam menjadi tim musafir dan berkandang di dua stadion berbeda di Madura, yakni Stadion A Yani Sumenep, dan Stadion Gelora Bangkalan (SGB).
Kondisi tersebut juga membuat pihak manajemen harus memutar otak demi mewujudkan opsi terbaik, sehingga pada akhirnya Persepam ditambah dengan kata Madura United (Persepam-MU). “Oleh sebab itu, kami bertekad membangun stadion sendiri di Pamekasan,” tegasnya.
“Pada saat itu kita langsung anggarkan pembangunan stadion dengan langkah pembebasan lahan di Desa Ceguk, Tlanakan, dan setahun kemudian stadion mulai dibangun. Hanya saja sebelum pembangunan stadion rampung, kami tidak lagi memimpin Pamekasan,” jelasnya.
Prestasi harus lainnya dan tidak kalah membanggakan, yakni membangun pusat layanan kesehatan berupa RSUD Waru. “Semula mau dibangun di lahan Puskesmas Waru, namun lahan yang ada dinilai tidak layak, sehingga kami menggunakan lahan milik Pemkab yang saat ini ditempati RSUD Waru,” imbuhnya.
Di bidang kesehatan, Kholilurrahman mampu membangun layanan kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Kecamatan Waru. Semula, pembangunan rumah sakit tersebut akan menggunakan lahan Puskesmas Waru. Namun lahan yang ada dinilai tidak layak, maka Kholilurrahman memutuskan untuk menggunakan lahan milik Pemkab Pamekasan yang ditempati RSUD Waru sekarang.
“Dan alhamdulillah, saat ini di Pantura sudah ada rumah sakit yang dapat menyanggah kebutuhan layanan kesehatan masyarakat, khususnya mereka yang berada di wilayah utara Pamekasan. Bahkan RSUD Waru, juga menjadi rujukan sebagian masyarakat Sampang dan Sumenep di wilayah utara,” sambung Kiai Kholil.
Beragam prestasi dan program terobosan tersebut, dijadikan sebagai spirit dirinya bersama Sukriyanto untuk mewujudkan pemerataan pembangunan di Pamekasan. “Visi dan misi kami ingin menjadikan Pamekasan bangkit dan maju secara bersama-sama. Tidak ada perbedaan dan ketimpangan pembangunan dari segala sektor,” pungkasnya. [pin/kun]






