Banyuwangi (beritajatim.com) – Pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Banyuwangi, KH. Ali Makki Zaini dan Ali Ruchi terus sibuk untuk mengarungi Pilkada Serentak 2024.
Keduanya, terus bergerak mengikat simpul, mengumpulkan masa demi menambah kantong suara untuk pemilihan bupati dan wakil bupati November mendatang.
Paslon dengan tagline Ali-Ali alias Ali Makki dan Ali Ruchi ini tampak gerilya mengumpulkan simpati warga. Dari sumbangsih mereka nantinya akan menjadi kekuatan besar untuk memilih keduanya menjadi Pemimpin Banyuwangi ke depan.
Ada anggapan Gus Makki sapaan akrab Ali Makki Zaini dan Ali Ruchi dimunculkan hanya sebatas mematahkan isu melawan kotak kosong. Tapi, seratus persen anggapan itu pasti salah dan bisa jadi itu hembusan negatif untuk menjatuhkannya.
“Kami bersama Gus Makki telah menyiapkan ini sejak jauh hari. Kalau sekarang pencalonan kami dianggap settingan itu salah besar,” ungkap Ali Ruchi.
Ali Ruchi menegaskan perjalanan panjang bersama Gus Makki hingga sampai ke titik pendaftaran calon ke KPU Banyuwangi butuh perjuangan yang keras. Bahkan, pada titik puncak harus menerima kenyataan nyaris terlempar dari kontestasi politik Pilkada di Banyuwangi.
Bayangkan, sebanyak enam dari tujuh partai yang memiliki kursi di DPRD Banyuwangi “diborong” alias menjatuhkan rekomendasi dukungan ke pasangan lain. Sisa satu yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang hingga detik-detik akhir masih setia memberikan dukungan.
“Sebelum putusan MK (Mahkamah Konstitusi) mengubah ambang batas pencalonan kepala dan wakil kepala daerah, itu kami anggap sudah final,” katanya.
Tapi, kata Ali Ruchi, putusan itu merubah segalanya. PKB Banyuwangi yang hanya memiliki 9 kursi di DPRD akhirnya bisa mengusulkan sendiri bacabup dan bacawabupnya.
“Angin segar, itu yang saat ini menjadi buah pembuktian keseriusan kami. Kami pertaruhkan segalanya, kami akan berjuang,”
“Bismillahirrahmanirrahim, atas perkenan Allah Tuhan yang maha Esa, saya Alj Ruchi saat ini menjadi pasangan calon wakil bupati dari calon Bupati Banyuwangi Ali Makki Zaini. Dengan kerendahan hati, mohon dengan sangat do’a restu dan dukungannya lahir batin. Semoga langkah dan pengabdian ini menjadi berkah untuk Banyuwangi,” tegasnya.
Sementara itu, calon Bupati Banyuwangi Gus Makki juga melakukan hal serupa. Ketua PCNU Banyuwangi 2018 – 2023 itu hingga harus blusukan ke berbagai tempat untuk meyakinkan warga.
Simpul-simpul kecil, perkumpulan warga menjadi alat mengisi kantong suara yang terus membesar. Pertama organisasi lintas agama dan tokohnya, organisasi masyarakat, warga dari berbagai kecamatan di Banyuwangi. Terakhir, Gus Makki datang menemui tokoh dan sekaligus wakil Bupati Banyuwangi dua periode, yakni Yusuf Widyatmoko.
“Kami berharap dengan silaturahmi ini dapat terjalin kerja sama yang lebih baik ke depannya untuk kemajuan daerah kita,” ujar Gus Makki.
Selain itu, Pengasuh Ponpes Bahrul Hidayah, Gumuk Rayud, Desa Parijatah Kulon, Kecamatan Srono ini juga merasakan lika-liku mengikuti kehendak politik Pilkada Banyuwangi. Menurutnya, hanya perjuangan tanpa kenal lelah yang tidak akan menghianati hasil.
Gus Makki juga menyadari dukungan partai kepadanya bersama Ali Ruchi minim. Selain PKB hanya ada tambahan Partai Bulan Bintang yang belakangan turut membersamai.
“Partai Kebangkitan Bangsa kebanggaan kita adalah perahu yang dapat mengantarkan kita mengikuti kontestasi kali ini,” kata Gus Makki
Kondisi itu, berbanding terbalik dengan lawan yang justru memiliki dukungan partai lebih banyak. Selain 6 partai di parlemen, ditambah 8 partai non parlemen, total 14 partai politik.
Tapi, Gus Makki tak gentar dengan lawan yang memiliki koalisi partai gemuk. Karena, dirinya yakin menggandeng koalisi rakyat justru memberi kekuatan yang lebih besar.
“Marhaban warga Banyuwangi, marhaban warga PDI Perjuangan, marhaban warga Gerindra, marhaban warga PPP, marhaban warga Demokrat, marhaban warga-warga selain PKB, kami terbuka untuk panjenengan-panjenengan semua,”
“Kita berkoalisi dengan rakyat, kita nyatakan – kita buktikan dan kita konkritkan kesejahteraan untuk rakyat Kabupaten Banyuwangi,” ucapnya.
Kini, perjuangan itu telah sampai ke depan garis start untuk kontestasi politik Pilkada di Banyuwangi. Hal ini seiring dengan penerimaan berkas pendaftaran pasangan calon Bupati dan wakil bupati Banyuwangi yang dinyatakan lengkap, serta hasil pemeriksaan kesehatan.
“Bolo-bolo semua, Alhamdulillah KPU telah mengumumkan bahwa kita sudah memenuhi persyaratan. Selanjutnya kita akan menghadapi fase penetapan,” seru Gus Makki.
Kendati demikian, pasangan Ali-Ali ini tetap rendah diri dalam mengarungi tahapan ini. Mau tidak mau, perjuangan secara fisik harus dilalui. Namun, perjuangan rohani, spiritual yang jauh lebih tinggi harus tetap ditegakkan.
“Saya mohon tetap berikhtiar, maksimal, tapi jangan lupa semua harus dikembalikan. Allah lah penentu semuanya. Tetap tawadhu, tetaplah andap asor kepada semuanya. Jangan jumawa, jangan sombong, dianggap seremeh apapun, kita nyantai saja, nggak usah dimasukkan ke hati,”
“Yakinlah Allah membersamai kita, semua fokus menambah biting, suwun,” pungkasnya. (rin/ted)






