Banyuwangi (beritajatim.com) – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mendapat laporan adanya pasien yang meningkat di RSUD Blambangan. Khususnya, bagi pasien yang melakukan cuci darah.
Benar saja, Bupati Ipuk menyatakan itu dengan mengunjungi ruang hemodialisa. Di ruangan itu terdapat beberapa pasien yang mendapat perawatan.
“Kami mendapat laporan, jika frekuensi pasien cuci darah terus meningkat dari waktu ke waktu. Bahkan, usianya cenderung semakin muda,” ungkap Ipuk.
Lebih dari itu, kata Ipuk, data menunjukkan cukup mencengangkan. Pasalnya, beberapa dari mereka masih berusia muda. “Ada 175 pasien yang rutin melakukan cuci darah di RSUD Blambangan. Bahkan 24 di antaranya, adalah pasien usia muda, di bawah 40 tahun,” terang Ipuk.
Salah satu pasien TC mengaku sudah lama menjalani cuci darah, sekitar lima bulan terakhir. Gadis 19 tahun itu, rutin melakukannya dua kali sepekan. Hal tersebut disebabkan oleh lifestyle atau gaya hidup kurang sehat.
“Sejak kecil sukanya minuman kemasan yang manis-manis, mie instan mentah, lalu mengkonsumsi obat diet tanpa arahan dokter,” ungkap ibu gadis tersebut saat ditanya oleh Ipuk.
Dampaknya, kemudian memicu penyakit gagal ginjal. Sejumlah kasus lainnya juga diakibatkan oleh hal yang sama. “Banyak penyakit degeneratif muncul di usia muda, ya salah satunya akibat gaya hidup yang kurang sehat,” kata Ipuk. (rin/kun)






