Bojonegoro (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memastikan para pedagang Pasar Kota akan direlokasi sementara ke Pasar Wisata selama proses pembangunan fisik pasar berlangsung. Langkah ini dipilih agar proyek revitalisasi dapat segera dikerjakan setelah proses lelang selesai.
Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Dindagkopum) Bojonegoro Moh. Akhmadi mengatakan, Pasar Wisata dinilai menjadi lokasi paling memungkinkan untuk menampung aktivitas pedagang sementara waktu.
“Tempat penampungan sementara pedagang Pasar Kota berada di Pasar Wisata,” ujar Akhmadi, Sabtu (23/5/2026).
Relokasi tersebut direncanakan mulai dilakukan pada akhir Mei hingga awal Juni 2026. Pemkab juga memastikan ketersediaan lapak dinilai cukup untuk menampung para pedagang.
Menurut Akhmadi, kios maupun los kosong yang ada di Pasar Wisata akan dimanfaatkan sebagai tempat berdagang sementara selama pembangunan berjalan.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri menilai lokasi TPS di Pasar Wisata memang belum tentu menjadi pilihan ideal bagi seluruh pedagang Pasar Kota. Meski demikian, ia memahami kondisi yang dihadapi pemerintah daerah.
Menurutnya, pembangunan Pasar Kota sudah dianggarkan dalam APBD, namun tidak dibarengi anggaran khusus untuk pembangunan TPS baru. Karena itu, Pasar Wisata menjadi opsi paling realistis agar tidak memerlukan biaya tambahan besar.
“Kalau menggunakan Pasar Wisata, pemerintah tinggal melakukan penyesuaian atau perbaikan kecil yang bisa dibiayai dari internal pasar,” katanya.
Politikus PAN itu menambahkan, percepatan penentuan TPS juga diperlukan karena proyek revitalisasi Pasar Kota kini sudah memasuki tahap lelang. Dengan sisa waktu pelaksanaan tahun anggaran 2026 yang terbatas, pembangunan diharapkan bisa segera dimulai setelah pemenang tender ditetapkan.
“Waktu pengerjaan tahun ini tinggal sekitar enam sampai tujuh bulan, sehingga proses pembangunan harus segera berjalan,” pungkasnya.(lim/ted)






