Jombang (beritajatim.com) – Kehadiran Pasar Perak Kabupaten Jombang berbeda dengan pasar yang sudah ada lainnya. Pasar yang berada di tepi Jl Raya Perak ini menggunakan sistem digital untuk transaksi dan pembayaran retribusi. Pasar ini nampak bersih layaknya pasar modern.
Sistem transaksi digital ini menggunakan Si Ratri (Sistem Pembayaran Elektronik Terintegrasi) yang dilaunching perdana di Pasar Perak. Yang mana, pembayaran dilakukan setiap hari dengan pengisian saldo pada kartu ber-barcode. Demikianlah sejumlah unggulan Pasar Perak saat diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Minggu (5/3/2023) sore.
BACA JUGA:
Pengerjaan Tinggal Seminggu, Proyek Senilai Rp 3,9 Miliar di Jombang Terancam Molor
Parak perak berdiri di atas lahan seluas 5.380 m2 dan luas bangunan 3.335 m2. Pasar ini pernah terbakar beberapa tahun lalu. Namun setelah dilakukan renovasi ditempati kembali oleh pedagang. Pembangunan Pasar Perak dilakukan dua tahap, menggunakan dana Bantuan Khusus Keuangan (BKK) Provinsi Jawa Timur 2021 sebesar Rp. 6.631.705.000 dan tahun anggaran 2022 sebesar Rp. 4.135.076.000.
“Tadi ada display transaksi secara digital. Ini akan jadi bagian dari smart economy yang diberlakukan di Pasar Perak. Semua retribusi sudah akan dilakukan secara digital,” ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah didampingi Bupati Jombang Mundjidah Wahab usai meresmikan pasar tersebut.
Gubernur Jatim berharap pasar dengan smart economy itu akan lebih bisa membangun perekonomian dengan keuangan inklusif. Sehingga, transaksi dapat semakin mudah dan efektif. “Saya minta kepada Bank Jatim agar melakukan pendampingan dan menyediakan aplikasi tersebut untuk sedapat mungkin menggunakan sistem keuangan inklusi. Jadi tinggal pakai QRis di toko-toko yang sudah didampingi,” jelasnya.
Pasar Perak Dua Lantai

Bupati Jombang Mundjidah Wahab menyambut baik diresmikan Pasar Perak oleh Gubernur Khofifah. Bupati mengungkapkan, Pasar Perak memiliki 2 lantai, dengan rincian 14 unit toko, 84 unit kios, 12 los lesehan, 160 unit gledek, 1 unit kamar mandi, dan 1 unit IPAL pada lantai pertama.
Sedangkan, lantai 2 terdapat 152 unit kios, 2 unit kamar mandi, kantor pengelola pasar, dan 5 los lesehan. Sejauh ini, jumlah pedagang Pasar Perak sebanyak 609 orang. Yakni 13 orang yang menempati toko, 299 orang di kios, 235 orang untuk gledek, serta 62 orang mengisi los lesehan. “Pasar Perak menerapkan sistem zonasi basah dan kering sesuai jenis komoditas dagangan,” katanya.
Pada bangunan bawah diterapkan zona basah dengan komoditas dagangan antara lain ayam potong, daging, ikan basah, ikan kering, pindang, lele, sayuran, buah, tahu, tempe, cecek, kelapa, bunga, dawet, lontong, jajan pasar, kacang, peyek, kerupuk, polo pendem, bumbu, telor, beras, pracangan dan warung.
BACA JUGA:
Pasar Barongan Mojotrisno Jombang, Menghidupkan Kembali Nuansa Masa Lalu
Pada bangunan atas diterapkan sistem zona kering dengan komoditas dagangan antara lain snack, kerupuk mentah, mainan, pakaian, emas, aksesoris, kaset, alat pertanian, bahan bangunan, gerabah, sandal, telur, jamu, dan salon. “Peresmian Pasar Perak merupakan langkah awal bagi Jombang untuk menerapkan sistem didgital,” ujarnya.
Di Jombang, lanjut Mundjidah, terdapat 16 pasar lainnya. “Semoga 16 pasar Jombang yang lain bisa seperti ini Pasar Perak. Karena ini sebagai bentuk strategi peningkatan penataan industri primer sekunder. Insya Allah Ramadan sudah bisa dipakai,” pungkasnya. [suf/ted]






