Lamongan (beritajatim.com) – Kabar baik bagi ibu rumah tangga! Pemerintah Kabupaten Lamongan kembali menggelar pasar murah selama bulan Ramadhan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lamongan mengadakan lima kali kegiatan pasar murah di berbagai wilayah. Kepala Disperindag Lamongan, Anang Taufik, menyatakan bahwa tujuan utama program ini adalah untuk mengendalikan harga bahan pokok yang sering melonjak menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Untuk menjaga stabilitas harga, kami akan intens menggelar pasar murah di beberapa wilayah selama bulan Ramadhan,” ujar Anang, Rabu (5/3/2025).
Jadwal dan Lokasi Pasar Murah Ramadhan di Lamongan
Pelaksanaan pasar murah ini disesuaikan dengan agenda Safari Ramadhan Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi. Berikut jadwal dan lokasi pasar murah yang telah ditetapkan:
- Rabu, 5 Maret 2025 – Masjid Darussalam, Dusun Sambijajar, Desa Mangkujajar, Kecamatan Kembangbahu.
- Selasa, 11 Maret 2025 – Masjid Al Mubarok, Desa Drajat, Kecamatan Paciran.
- Jumat, 14 Maret 2025 – Masjid Al-Mutaqin, Desa Pajangan, Kecamatan Sukodadi.
- Selasa, 18 Maret 2025 – Masjid Baitul Muttaqin, Desa Ngimbang, Kecamatan Ngimbang.
- Jumat, 21 Maret 2025 – Masjid Al Amin, Desa German, Kecamatan Sugio.
Pasar murah ini dibuka mulai pukul 15.00 WIB, memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh bahan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.
Selain pasar murah, masyarakat juga dapat memanfaatkan program Operasi Pangan Murah yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat di PT. Pos. Program ini berlangsung setiap hari hingga H-1 Idul Fitri, tepatnya 29 Maret 2025, di PT. Pos Indonesia Cabang Lamongan, Kelurahan Tumenggungan, Jalan Ki Sarmidi Mangun Sarkoro.
“Program ini melibatkan Badan Pangan Nasional, Dinas Ketahanan Pangan, Disperindag, dan PT. Pos,” jelas Anang.
Tahun ini, teknis penjualan dalam pasar murah sedikit berbeda. Jika tahun sebelumnya bahan pokok dijual dalam bentuk paket, kali ini komoditas seperti beras, gula, mi instan, dan minyak goreng bisa dibeli secara ecer.
“Jadi masyarakat bisa menyesuaikan dengan kebutuhannya,” tambah Anang. [fak/beq]






