Blitar (beritajatim.com) – Pasar Kesamben Kabupaten Blitar yang terbakar beberapa bulan lalu akan segera dibangun.
Hal itu diungkapkan oleh anggota DPR RI Sri Rahayu saat mengunjungi lokasi pasar Kesamben kabupaten Blitar yang terbakar.
Menurut Sri Rahayu sudah seharusnya proses pembangunan pasar Kesamben kabupaten Blitar yang terbakar segera dilakukan. Hal itu lantaran banyaknya pedagang kecil yang mencari penghidupan dari pasar Kesamben.
Anggota DPR RI tersebut tidak ingin melihat para pedagang kecil tidak memiliki tempat berjualan yang layak. Sehingga Sri Rahayu akan mengusulkan proses pembangunan pasar Kesamben kabupaten Blitar untuk dipercepat.
“Ya apa yang kamu tinju apa yang kami turun ke lapangan itu yang pertama sebagai ekspresi masyarakat dan pada kenyataannya memang semuanya sama-sama dibutuhkan terutama misalkan pasar kenyataannya pasar ini kan terbakar yang sudah tidak menyisakan apapun Ya baik itu aset dari para pedagang maupun tempat untuk berjualan yang itu memang kewajiban dari pemerintah daerah tetapi apapun itu bisa dianggarkan melalui APBN dalam rangka untuk membantu pemerintah daerah,” kata Sri Rahayu, Anggota DPR RI, Kamis (02/02/23).
Menurut Sri Rahayu proses pembangunan pasar Kesamben kabupaten Blitar ini merupakan tanggung jawab pemerintah daerah namun pemerintah pusat melalui DPR RI bisa untuk melakukan penganggaran dana demi kepentingan masyarakat.
Anggota DPR RI tersebut menyampaikan bahwa pemerintah pusat ini tengah menunggu rancangan dari Pemerintah Kabupaten Blitar mengenai desain dari pasar Kesamben. Nantinya bila pemerintah daerah tidak memiliki anggaran maka pemerintah pusat melalui DPR RI siap untuk membantu dana untuk pembangunan pasar Kesamben Kabupaten Blitar.
Meski begitu Sri Rahayu belum bisa memastikan apakah pasar Kesamben bisa dibangun pada tahun 2023 ini. Namun anggota DPR RI tersebut berharap di tahun 2023 ini proses pembangunan pasar Kesamben Kabupaten Blitar bisa dikerjakan.
“Itu tergantung desain dan komunikasinya juga ya perencanaannya Seperti apa desainnya seperti apa,” imbuhnya
Sementara itu PLH Bupati Blitar Rahmat Santoso mengatakan bahwa komisi 5 DPR RI telah menyetujui usulan perbaikan dan renovasi pasar Kesamben kabupaten Blitar yang terbakar. Bahkan menurut Rahmat Santoso komisi 5 DPR RI meminta untuk pasar Kesamben dibangun dengan tiga lantai.
Hal itu dilakukan demi memfasilitasi Masyarakat dan pedagang kecil agar bisa nyaman berjualan kembali di pasar Kesamben Kabupaten Blitar.
“Kalau komisi 5 tadi sangat menyetujui bahkan pasar tadi kan saya pengennya satu lantai tapi oleh komisi 5 diminta 2 atau 3 lantai,” kata Rahmat Santoso, PLH Bupati Blitar.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pasar-kesamben-blitar”]
Mengenai kapan waktu pembangunan pasar Kesamben mulai dikerjakan PLH Bupati Blitar Rahmat Santoso mengatakan bahwa kemungkinan pengerjaannya adalah di tahun 2023 ini. Meski demikian cepat dan lambatnya proses pembangunan Pasar tergantung dari pemerintah Kabupaten Blitar untuk mendesain dan merencanakan seperti apa pasar yang ingin dibangun.
“Kalau kita cepet bisa tahun ini, tadi kan udah disampaikan tahun 2023 tinggal Pemkab nya siap atau tidak,” imbuhnya.
Rahmat Santoso mengatakan bahwa langkah untuk meminta bantuan ke DPR RI ini dilakukan karena anggaran ABPD Kabupaten Blitar tidak mencukupi untuk membangun sejumlah infrastruktur termasuk pasar dan perbaikan jalan di wilayah Blitar Selatan. Dengan langkah ini maka diharapkan proses perbaikan infrastruktur baik pasar maupun jalan di wilayah Blitar Selatan bisa berjalan dengan cepat.
“Jadi gini lho ya pemerintah pusat itu tidak mengerti kebutuhan Kabupaten kebutuhan kota makanya saya akan aktif ke Jakarta untuk kalau kita mengandalkan APBD itu tidak mampu tidak cukup tidak bisa, infrastruktur yang segitu mahalnya. Makanya saya mau minta bantuan dari pemerintah pusat melalui jalur yang benar DPR RI Komisi 5,” pungkasnya.
Sementara itu para pedagang pasar Kesamben yang menjadi korban kebakaran pada beberapa bulan lalu hingga kini masih menunggu kapan tempat mereka berjualan akan dibangun kembali. Hingga kini para pedagang pun belum mendapatkan informasi mengenai kapan waktu pembangunan pasar Kesamben yang terbakar lalu. (owi/ted)






