Sumenep (beritajatim.com) – Bagi para pecinta kuliner tradisional, Pasar ‘Kebbun’ merupakan lokasi yang wajib untuk dikunjungi. Sesuai dengan namanya, pasar yang menjual aneka makanan dan jajanan tradisional ini berada di areal kebun.
Pasar ini berada di Desa Saroka, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura. Para penjual makanan di pasar yang hanya ada di hari Minggu ini membuka ‘warungnya’ di bawah naungan pohon-pohon besar. Sangat rindang.
Bentuk warung mereka juga dibuat senatural mungkin. Jauh dari kesan milenial ataupun minimalis. Tampaknya kesan tradisional yang ingin ditonjolkan. Termasuk para penjualnya, sebagian besar pun berpakaian tradisional seperti kebaya.
Makanan yang dijual disini beragam. Hampir semuanya merupakan makanan tradisional Madura. Mulai Tajin Ora’, Tajin Rojak, Ikan Panggang, Palotan Pendheng, juga Nasi Orap. Selain itu, jajanan yang dijual pun juga jajanan tradisionap seperti lepet, lemet, gettas, korket cenge, bi’rubi’, karopok ora’, kamboya, dan masih banyak jenis jajanan lainnya.
Uniknya, kalau ingin membeli makanan maupun minuman di Pasar Kebbun ini, harus menggunakan koin kayu. Pedagang tidak menerima pembayaran dengan uang tunai. Apalagi melalui QRIS.
Cara mendapatkan koin kayu itu tidak sulit. Begitu masuk ke Pasar Kebbun, ada stand bertuliskan ‘pamoropan pesse’ atau tempat penukaran uang. Pengunjung bisa menukar uang tunai dengan koin kayu untuk berbelanja. Satu koin kayu senilai Rp 2.500. Rata-rata pengunjung menukarkan uang minimal Rp 50.000 dengan 20 koin kayu.
Apabila ternyata koin kayu itu ada sisa atau tidak semuanya terbelanjakan, tidak perlu khawatir. Boleh ditukar lagi dengan uang rupiah seperti semula. Misalnya pengunjung menukar Rp 25.000 dengan 10 koin ternyata masih tersisa 4 koin, maka koin kayu itu bisa diuangkan lagi menjadi Rp 10.000.
“Prinsipnya kami memberlakukan sistem yang ‘fair’. Kami tidak ingin pengunjung merasa rugi, karena terlanjur menukar banyak, tapi tidak semua digunakan, kemudian hangus. Tidak. Tidak ada seperti itu disini. Kami akan mengembalikan penuh, sesuai nilai koin yang tersisa,” kata Manager Pasar Kebbun, Moh. Fajar Siddiq, Minggu (04/05/2025).
Ia menuturkan, ide belanja menggunakan koin kayu muncul karena ingin semakin mendekatkan pengunjung dengan suasana tempo dulu. Menurut cerita, di masa lampau, orang berbelanja tidak menggunakan uang tunai, melainkan dengan sistem barter barang.
“Tapi kalau sekarang kan sulit kalau membayar barang dengan barang. Makanya kami memilih menggunakan sistem bayar pakai koin kayu, bukan uang tunai,” paparnya.
Ia mengungkapkan, para penjual di Pasar Kebbun ini sebagian besar merupakan warga sekitar. Pihaknya menggandeng UMKM untuk ikut meramaikan Pasar ‘Kebbun’
“Awalnya agak susah membujuk mereka untuk berjualan disini. Mereka khawatir dagangannya sepi. Karena kan tempat dan konsepnya baru. Lokasinya juga tidak di jalan raya, tapi masuk ke jalan kampung. Tapi sekarang Alhamdulillah, para pedagang bisa memetik hasilnya. Dagangannya selalu habis terjual,” ujarnya.
Harga makanan yang dijual di Pasar Kebbun ini bervariasi. Tapi bisa dikatakan cukup terjangkau. Ada jajanan yang bisa dibeli cukup dengan 1 koin. Misalnya apem, bikang, pisang rebus, ubi rebus. Ada juga yang menjual dengan harga 2 koin seperti tahu cenge. Sedangkan untuk sebungkus nasi, pembeli bisa menukarnya dengan 4 koin kayu.
Di pasar ini tidak hanya menyajikan beragam menu kuliner tradisional, tetapi juga menyediakan wahana berperahu menyusuri sungai di tengah pasar. Cukup dengan 2 koin per orang, pengunjung akan diajak berkeliling sungai naik perahu kayu dengan didayung.
“Selain itu, pengunjung juga bisa berenang gratis di sumber air yang ada di sebelah Pasar,” terang Fajar.
Pasar Kebbun ini buka mulai jam 06.00 – 14.00 WIB, hanya di hari Minggu. Untuk berkunjung kesini, tidak terlalu sulit mencari lokasinya. Dari pertigaan kantor Kecamatan Saronggi, silahkan berkendara lurus ke arah timur. Nanti akan melewati Desa Tanah Merah, sebelum sampai di Desa Saroka.
Setelah masuk ke wilayah Desa Saroka yang ditandai dengan tulisan Desa Saroka melintang di atas, pengunjung bisa berbelok ke kiri setelah jembatan, untuk menuju ke Pasar Kebbun. Nanti akan bertemu dengan tulisan ‘Pasar Kebbun’ sebagai penanda bahwa kita sudah masuk ke areal pasar di tengah kebun. Tertarik? Silahkan berkunjung kesini. Dijamin tidak akan merasa kecewa. [tem/aje]






