Bondowoso (beritajatim.com) – Objek wisata Kawah Wurung di Kabupaten Bondowoso berpeluang memiliki wahana balon udara ala Turki. Rencana investasi tersebut kini tengah difasilitasi pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya mendorong masuknya investor ke sektor pariwisata.
Ketua DPRD Bondowoso, Ahmad Dhafir, mengungkapkan sudah ada investor yang menyatakan minat untuk mengembangkan wahana balon udara di kawasan Kawah Wurung. Investor tersebut bahkan telah berkomunikasi dengannya dan akan difasilitasi untuk bertemu dengan Bupati Bondowoso.
“Sudah ada rencana investor yang mau berinvestasi balon udara seperti di Turki. Lokasinya direncanakan di Kawah Wurung,” kata Dhafir.
Menurutnya, konsep balon udara di Bondowoso akan disesuaikan dengan kondisi geografis setempat. Berbeda dengan di Turki yang balonnya dapat terbang bebas, balon udara di Kawah Wurung nantinya akan ditambatkan menggunakan tali pengaman.
“Kalau di Turki balonnya dilepas karena wilayahnya padang pasir. Kalau di sini nanti diikat dengan tali tambang agar tidak terbawa ke mana-mana. Meski begitu, pengunjung tetap bisa menikmati sensasi terbang dan melihat pemandangan Ijen serta kawasan sekitarnya dari atas,” ujarnya.
Dhafir mengatakan, minat investor untuk menanamkan modal di Bondowoso terus meningkat. Karena itu, DPRD bersama pemerintah daerah telah mempercepat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Fasilitasi Investasi agar segera menjadi payung hukum bagi para investor.
“Biasanya pembahasan perda bisa memakan waktu tiga sampai enam bulan, ini sekitar satu bulan. Karena investor membutuhkan kepastian hukum dan jaminan melalui perda,” jelas ketua DPC PKB Bondowoso itu.
Ia menambahkan, kemudahan perizinan dan berbagai bentuk fasilitasi akan diberikan kepada investor yang ingin berinvestasi di Bondowoso. Harapannya, investasi yang masuk tidak hanya mengembangkan destinasi wisata, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.
“Yang paling utama, tenaga kerja dari Bondowoso harus diprioritaskan, kecuali untuk pekerjaan yang membutuhkan keahlian teknis tertentu,” pungkasnya. (awi/but)






