Tuban (beritajatim.com) – Jika biasanya serabi disajikan dengan parutan kelapa atau kucuran gula merah, maka bersiaplah terkejut saat berkunjung ke Kabupaten Tuban. Di sinilah Anda akan menemukan sajian serabi yang sangat berbeda—berkuah lodeh lengkap dengan sayuran, telur, hingga mie! Penasaran? Itulah inovasi unik dari Sugeng (64), seorang penjual serabi yang kini viral di kalangan anak muda Tuban.
Saya memulai petualangan kuliner malam ke Dusun Bongkol, Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban, tempat Sugeng dan istrinya, Kasmah (58), membuka lapak sederhana di depan rumah mereka.
Meski hanya berdagang di pinggir jalan, aroma harum dari tungku tanah liat yang membakar adonan serabi langsung menyambut para pemburu rasa yang penasaran.
“Adonannya pakai tepung beras dan bumbu racikan yang dibuat sendiri,” kata Sugeng saat sibuk menuang adonan ke wajan mungil dari gerabah. Tungkunya pun menggunakan kayu bakar, memberi sentuhan rasa khas yang tidak bisa ditemukan di serabi biasa.
Sugeng mulai membuka lapaknya sejak pukul 22.30 WIB hingga habis terjual. Pelanggannya beragam, tapi sebagian besar adalah anak muda yang sedang begadang atau mencari pengalaman kuliner malam yang anti mainstream.
Menariknya, pembeli bisa memilih antara serabi original atau versi lodeh—yang kini justru paling diminati.
Serabi lodeh racikan Sugeng bukan sembarang serabi. Kuah lodehnya diisi dengan labu, telur, dan mie, menciptakan sensasi rasa gurih yang mengejutkan.
“Rasanya ya gurih dan enak,” ujar Sugeng sembari tersenyum saat melayani antrean pembeli yang semakin panjang.
Salah satu pembeli malam itu adalah Yusuf (28) yang datang bersama teman-temannya karena penasaran dengan kabar viral di media sosial.
“Rasanya gurih dan nikmat, biasanya serabi pakai santan tapi ini pakai lodeh, jadi penasaran,” katanya antusias.
Rico (27), pembeli lain yang awalnya ragu, justru mengaku ketagihan setelah mencicipi. “Enak mbak, besok-besok pasti kesini lagi, karena harganya murah juga dan bikin kenyang,” tuturnya puas.
Untuk menikmati satu porsi serabi lodeh, Anda cukup merogoh kocek Rp4.000. Jika ingin tambahan telur, cukup menambah Rp3.000 lagi.
Harga terjangkau ini tentu menjadi daya tarik tersendiri, terutama di tengah gaya hidup hemat anak muda masa kini.
Sugeng sendiri sudah berjualan serabi selama 17 tahun sebelum akhirnya menciptakan kreasi baru ini. Inovasinya yang sederhana tapi mengesankan menunjukkan bahwa kekayaan kuliner Nusantara tak pernah berhenti berkembang.
Jika Anda sedang berada di Tuban, sempatkan untuk mencoba serabi lodeh Sugeng. Bukan hanya soal rasa, tapi juga pengalaman kuliner unik yang tak akan Anda temukan di tempat lain. [ayu/ian]






