Blitar (beritajatim.com) – Pasar Ikan Hias Kota Blitar akan digusur untuk dijadikan tempat parkir bus wisatawan Masjid Ar-Rahman. Total ada 3 kios ikan hias serta 1 kantin yang bakal digusur dan diratakan.
Para pedagang ikan hias pun tidak bisa berbuat banyak. Mereka harus merelakan kiosnya dirobohkan demi dijadikan lahan parkir.
Para pedagang ikan hias ini pun akan direlokasi ke tempat lain. Mirisnya para pedagang ini tidak memperoleh uang kompensasi serta diminta membangun lapaknya dengan dana pribadi.
Terkait hal itu, Wali Kota Blitar, Santoso angkat bicara. Menurutnya dengan adanya revitalisasi ini, justru bakal berdampak positif pada penjualan ikan hias milik pedagang.
“Itu kenapa akses menuju Masjid Ar-Rahman itu kan banyak pengunjung siapa tahu sehabis dari masjid sambil jalan-jalan lihat lihat di pameran ikan hias,” kata Santoso, Sabtu (18/05/24).
Meski bakal diubah jadi parkiran bus, Pemkot Blitar bakal tetap mempertahankan sejumlah kios ikan hias yang sudah ada. Nantinya Pasar Ikan Hias akan difungsikan sebagai etalase agar wisatawan bisa melihat-melihat usai berkunjung ke Masjid Ar-Rahman.
Pemkot Blitar juga akan merubah Pasar Pahing menjadi Pasar Ikan. Nantinya Pasar Pahing ini akan dijadikan tempat transaksi penjualan ikan hias. Sementara Pasar Ikan Hias yang lama akan difungsikan sebagai lahan parkir dan etalase ikan hias.
“Kalau disana (Pasar Pahing) dijadikan untuk transaksi jual belinya disana, maka saya terinspirasi pasar yang mati itu bisa hidup kembali,” tegasnya.
Masyarakat sendiri banyak yang menantikan seperti apa realisasi dua proyek tersebut. Akankah proyek yang telah dirancang Pemkot Blitar itu berjalan lancar dan bermanfaat bagi pedagang serta rakyat.
Atau justru menciptakan permasalahan baru, utamanya bagi pedagang ikan hias. Diketahui bersama revitalisasi Pasar Ikan di Jalan Wahidin ini merupakan buntut dari semrawutnya lokasi parkir Masjid Ar-Rahman milik Mayangkara Group.
Jalan Raung yang selama ini dijadikan lokasi parkir lambat laun tidak cukup menampung banyaknya kendaraan wisatawan, sehingga menimbulkan kemacetan. Berbagai rekayasa lalu lintas pun telah dilakukan sebelum Pemkot Blitar memutuskan menggusur Pasar Ikan Hias jadi lahan parkir.
Namun nyatanya rekayasa lalu lintas itu tak pernah berjalan mulus. Sempat dijadikan satu arus, Jalan Raung kemudian dibuka kembali menjadi 2 arus, namun ternyata hal itu tidak menyelesaikan masalah.
Kini tampaknya Pemkot Blitar berharap revitalisasi Pasar Ikan Hias ini bisa jadi solusi atas permasalahan lahan parkir untuk Masjid Ar-Rahman milik Mayangkara Group. (owi/ian)







1 Komentar
Konyol, punya tempat parkiran luas (PIPP) gak di fungsikan dgn baik malah mau bikin tempat parkir lagi??? Misalnya pengunjung masjid Ar Rahman parkir di PIPP ada 2 ke untungan 1. Lalin di sekitar masjid Ar Rahman terkendali, 2. Abang tukang becak di PIPP jg berpeluang mendapatkan penumpang lebih banyak. So kenapa malah mau bikin tempat parkir lagi ????????