Mojokerto (beritajatim.com) -Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto akan melakukan revitalisasi Pasar Hewan Sekar Putih di Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari. Pasar Sekar Putih saat ini menjadi pasar hewan terpusat sekaligus Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang ada di Kota Mojokerto.
Sehingga demi meningkatkan perekonomian para pedagang hewan, Pasar Hewan Sekar Putih akan dilakukan revitalisasi. Hal disampaikan Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari usai melakukan kunjungan ke Pasar Hewan Sekar Putih, Jumat (17/4/2025) kemarin.
Ning Ita (sapaan akrab, red) mengatakan, revitalisasi Pasar Hewan Sekar Putih akan dilanjutkan termasuk pavingisasi area untuk pedagang yang menggunakan kendaraan roda empat. Selain itu, peningkatan metode dan kapasitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) juga menjadi prioritas.
“Seiring dengan meningkatnya jumlah pedagang, tentu aktivitas penyembelihan juga meningkat. Oleh karena itu, IPAL harus kita tingkatkan agar tetap ramah lingkungan,” ungkapnya didampingi Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag), Ani Wijaya,
Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Mojokerto ini mengapresiasi hasil dari proses revitalisasi dan realokasi pasar unggas ke Sekar Putih. Sehingga saat ini aktivitas jual beli unggas lebih tertata dan terpusat di satu lokasi yang telah dilengkapi fasilitas pendukung representatif.
“Selain sudah terkonsentrasi di sini, kita juga patut bersyukur karena sudah ada sertifikasi halal untuk 13 kios penyembelihan. Jadi tidak hanya juru sembelih halalnya (juleha) yang tersertifikasi, tapi juga tempat usahanya. Karena di sini juga ada RPH, Pasar Hewan Sekar Putih saat inj juga dikelilingi kios-kios pedagang,” katanya.
Sehingga dengan adanya kios-kios tersebut semakin melengkapi kebutuhan warga yang ke Pasar Hewan Sekar Putih. Ia menjelaskan, Pasar Hewan Sekar Putih kini menjadi pusat jual beli unggas yang terintegrasi, mulai dari pembelian, pencucian, hingga proses pemotongan yang telah memenuhi standar kehalalan.
“Jumlah pedagangnya membeludak, lebih dari seratus pedagang unggas yang aktif berdagang di Pasar Hewan Sekarputih. Pemenuhan standar halal ini memberikan jaminan mutu sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk unggas yang beredar di Kota Mojokerto,” tegasnya. [tin/ted]






