Magetan (beritajatim.com) – Parno (59) warga Dusun Bulu Desa Randugede Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan dilaporkan hilang sejak Sabtu (04/01/2025) pukul 03.00 WIB dini hari.
Sejumlah warga lain pun melakukan pencarian dengan menyisir sampai radius 300 meter dari rumah korban. Tak sekadar mencari, warga juga membawa peralatan dapur dan linggis. Mereka memukul panci, tampah, dan linggis sembari memanggil nama Parno. Warga menyebut tradisi itu adalah tradisi blug thing.
Warga menyusuri pinggiran jurang yang penuh pepohonan di kawasan dekat rumah Parno. Namun, nyaris 12 jam pencarian, Parno tak kunjung ditemukan.
Parno diketahui dalam kondisi sakit, tubuh kanannya sudah sudah digerakkan karena stroke. Namun, bapak dua anak itu masih bisa berjalan meski harus menyeret salah satu kakinya.
Suyati (54) sang istri mengaku sedih, namun dia tak ingin menyerah untuk mencari sang suami. Dia mengaku terakhir melihat sang suami berada di rumah pada Sabtu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Kemudian, ketika dicari lagi, sekitar pukul 03.00 WIB, sang suami sudah tak berada di rumah.
“Saya mencoba cari di sekitar rumah tidak ada, saya kemudian minta tolong tetangga dan perangkat desa untuk mencari suami saya,” katanya.
Suyati mengaku hilangnya sang suami ini bukan pertama kalinya. Sudah dua kali sang suami hilang namun diketemukan di hutan yang tak jauh dari rumah.
“Dulu kalau hilang ya ketemunya di hutan belakang rumah ini. Tengkurap di dekat rumpun bambu kondisinya sudah lemas. Namun, yang sekarang ini belum ketemu,” katanya.
Sementara itu, Warniti, tetangga, mengaku jika pencarian orang hilang dengan menggunakan blug thing diyakini bisa membuat seseorang yang hilang segera ketemu.
“Kami bawa panci, tampah, dan linggis untuk dipukul sambil mencari Pak Parno. Kami ke lokasi ini karena dulu waktu hilang ketemu di sini,” katanya.
Terpisah, Kasi Kesejahteraan Desa Randugede Mulyani mengatakan bahwa perangkat desa dan warga sudah melakukan pencarian.
“Dari pengalaman sebelumnya, Pak Parno ini hilang dan ketemu di kawasan ini. Jadi, kami dan warga langsung melakukan pencarian di sini,” kata Mulyani.
Mulyani membenarkan jika keluarga Parno melapor sejak dini hari. “Jam 01.00 malam itu kan masih ada di rumah, kemudian jam 03.00 dilihat sudah gak ada, akhirnya minta tolong warga dan perangkat desa ini,” katanya.
Jika sampai pukul 17.00 WIB tak ketemu, Mulyani bakal melaporkan kejadian ini pada pihak kepolisian. “Sementara, warga juga akan terus mencari,” pungkasnya. [fiq/ian]






