Madiun (beritajatim.com) – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun resmi memulai gelaran Parapatan Luhur Tahun 2026 di Graha Krida Budaya, Kota Madiun, pada Sabtu (7/2/2026). Forum tertinggi lima tahunan ini dihadiri oleh jajaran Dewan Pusat, pengurus pusat, serta perwakilan berbagai perguruan pencak silat untuk merumuskan arah kebijakan strategis organisasi.
Agenda besar ini dilaksanakan sebagai bentuk kepatuhan terhadap mekanisme Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang menjadi kompas perjalanan PSHT. Ketua Umum PSHT Pusat Madiun, Kangmas R. Moerdjoko, menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar seremonial melainkan wadah vital penentu langkah organisasi lima tahun ke depan.
“Parapatan Luhur merupakan amanat organisasi yang wajib diselenggarakan setiap lima tahun sekali sesuai AD/ART,” ujar Kangmas Moerdjoko dalam sambutan pembukaannya. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh undangan apabila terdapat kekurangan selama pelaksanaan rangkaian acara di pusat pencak silat dunia tersebut.
Dalam suasan penuh khidmat, Kangmas Moerdjoko menekankan bahwa PSHT dibangun atas dasar persaudaraan sejati yang lahir dari ketulusan hati tanpa sekat latar belakang. Ia mengingatkan ribuan warga bahwa persaudaraan ini bersifat universal dan tidak mengenal batasan status sosial maupun keduniawian.
“Persaudaraan SH Terate tidak mengenal batas-batas keduniawian. Kita semua setara sebagai sesama manusia. Perbedaan hanya terletak pada tugas, tanggung jawab, serta tingkat iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tuturnya dengan tegas.
Nilai keluhuran budi, kerukunan, dan semangat patriotisme merupakan warisan utama dari pendiri PSHT, Ki Hadjar Hardjo Oetomo, yang wajib dijaga seluruh anggota. Kangmas Moerdjoko memberikan peringatan keras bahwa tindakan memusuhi sesama anak bangsa adalah pengkhianatan terhadap cita-cita luhur organisasi.
“Apabila ada warga SH Terate yang justru memusuhi sesama anak bangsa, maka hal tersebut menunjukkan belum dipahaminya ajaran dan cita-cita SH Terate,” tegasnya kembali. Ia mengajak seluruh warga untuk merefleksikan kembali jati diri sebagai pendekar yang mampu menebar kedamaian di tengah masyarakat.
Sikap politik organisasi juga menjadi poin utama yang ditegaskan dalam forum Parapatan Luhur yang berlangsung di Jalan Merak Nomor 10 ini. Kangmas Moerdjoko memastikan bahwa PSHT tetap berdiri secara independen dan tidak berafiliasi dengan partai politik maupun organisasi kemasyarakatan mana pun.
“SH Terate dikelola secara organisasi, namun tidak terikat dengan kepentingan politik atau ormas manapun. Kami tetap berpegang pada hati nurani dan menjunjung tinggi nilai patriotisme,” katanya secara lantang di hadapan peserta.
Kehadiran perwakilan dari 15 perguruan pencak silat dalam Paguyuban Madiun, seperti PSH Winongo hingga IKSPI Kera Sakti, menunjukkan kuatnya komitmen menjaga kondusivitas wilayah. Sinergi lintas perguruan ini diharapkan menjadi modal utama dalam mempertahankan predikat Madiun sebagai Kota Pendekar yang aman dan harmonis.
Ketua Dewan Pusat PSHT, Kangmas H. Issoebiantoro, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan moral atas terselenggaranya acara ini. Dukungan tersebut dipandang sebagai energi tambahan bagi organisasi dalam menjalankan dharma bakti kepada nusa dan bangsa.
“Dukungan yang diberikan menjadi penyemangat bagi kami dalam menjalankan dharma SH Terate untuk masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Kangmas Issoebiantoro. Ia menambahkan bahwa PSHT yang kini berusia 103 tahun akan terus berkomitmen mendidik manusia agar mampu membedakan benar dan salah secara bijaksana.
Tema “Meneguhkan Jati Diri SH Terate untuk Memperkokoh Solidaritas Organisasi dan Memperkuat Jiwa Nasionalisme” menjadi roh dalam setiap pembahasan sidang pleno kali ini. Rangkaian Parapatan Luhur 2026 selanjutnya dijadwalkan akan dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, guna menetapkan keputusan-keputusan strategis organisasi. [rbr/beq]






