Banyuwangi (beritajatim.com) – Penampilan menarik tersaji di acara fashion show bertajuk Banyuwangi Fashion Parade (BFD) 2024. Kegiatan ini menampilkan tema ‘Souful’ yang digelar di Hedon Cafe, Giri, Banyuwangi.
Uniknya, desain dan bahan ini merupakan hasil kreasi anak Banyuwangi. Mereka menggunakan koleksi bahan ecoprint di setiap desain yang ditampilkan.
Tema yang diusung mencerminkan kedalaman emosi dan semangat, dengan fokus pada keaslian, kehangatan, dan hubungan yang mendalam antara manusia dan lingkungannya.
Inspirasi desainnya adalah busana yang longgar, tenang, sederhana, dengan penekanan aksen warna netral, pink dan warna-warna segar. Sementara gaya desain busananya didukung oleh pemilihan bahan yang ringan, lembut dan nyaman dipakai. Motif-motif sederhana seperti teknik ikat celup dan gradasi warna sederhana juga menjadi pilihan dalam gaya ini.
Event yang digelar oleh Komunitas Desainer Banyuwangi (KDB) itu, diikuti 50 desainer baik nasional maupun lokal.
Di antaranya, Sanet Sabintang feat AFC Rizkyesa Sauqi, dengan desain busana muslimnya yang Casual dan Trendy. Sanet menampilkan fashion muslim yang simple dengan dominasi warna earth tone, seperti putih, krem, coklat susu, dan tan.
Disusul Adiwinoto Ecoprint yang menawarkan busana khas berbahan ecoprint dengan warnanya yang memanjakan mata. Ada pula desainer top asal Bali Ali Charisma, juga tampil dengan busana-busananya yang elegan, mewah dan modis. Selain itu masih banyak desainer lain termasuk pelajar-pelajar vokasi yang turut meramaikan gelaran parade busana tersebut.
“Semoga BFP 2024 bisa semakin menggairahkan sektor kreatif di Banyuwangi, khususnya di bidang fesyen. Kami juga berharap, ajang ini bisa memicu para pelaku ekonomi kreatif untuk bisa menampilkan karya-karyanya ke publik,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.
Sementara Ketua KDB, Sanet Sabintang, menyebut ajang ini menjadi wadah para desainer Banyuwangi untuk unjuk karya.
Kami punya mimpi menjadikan Banyuwangi sebagai pusat fashion muslim di Indonesia. Sehingga kami bisa mendukung upaya Indonesia menjadi kiblat fashion muslim dunia,” ujar Sanet.
Dia menyebut, ajang ini juga sebagai upaya mendorong lahirnya talenta muda di sektor fesyen. Di sini, juga menjadi panggung bagi pelajar vokasi untuk unjuk karyanya.
“Selain kami juga terus berkolaborasi dan mendampingi mereka,” ujar Sanet.
Selain fashion show, rangkaian BFP juga digelar model competition, lomba fotogenik, workshop Beauty Class, mix and match fashion, talkshow tentang fashion dan make up, serta pameran UMKM. [rin/aje






