Pacitan (beritajatim.com) – Suasana duka menyelimuti keluarga Yatno dan Surami, orang tua korban di Dusun Pacing, Desa/Kecamatan Bandar, Pacitan.
Sejumlah pelayat terus berdatangan sejak pagi hingga sore hari untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Alip.
“Pelayat masih berdatangan hingga sore tadi,” kata Babinsa Bandar, Serka Feri Wijaya, saat dikonfirmasi via telepon.
Feri bersama Bhabinkamtibmas, pemerintah dusun, dan pihak desa Bandar langsung mendatangi rumah duka untuk memastikan identitas korban.
“Iya, memang warga Bandar. Namun, sudah tiga bulan tinggal mengontrak di Purwantoro, Jawa Tengah, meski masih ber-KTP Bandar,” ujarnya.
Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, mengatakan bahwa identitas korban diketahui setelah petugas menemukan KTP atas nama ARP (29) di lokasi kejadian. Meski ada sedikit perbedaan penulisan usia, data tersebut mengarah pada korban yang sama.
“Mohon waktu, belum berani menyimpulkan apakah ini kasus pembunuhan atau penyebab lainnya. Otopsi akan segera dilakukan, dan kesimpulannya nanti bisa memperjelas terkait permasalahan ini,” ujarnya, Selasa (12/8/2025).
Jasad korban yang ditemukan warga dalam kondisi minim pakaian langsung dievakuasi ke ruang jenazah RSUD dr. Harjono Ponorogo untuk menjalani otopsi.
Imam menyebut, dari pemeriksaan awal terdapat luka lebam di tubuh korban yang diduga akibat benda tumpul. “Sekilas ada luka lebam akibat benda tumpul. Tetapi jelasnya nanti menunggu otopsi dokter,” ungkapnya.
Hingga kini, polisi masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian korban yang ditemukan pada Selasa pagi tersebut.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena lokasi penemuan berada di area hutan dan kondisi korban yang memprihatinkan. (ted)






