Surabaya (beritajatim.com) – Para akademisi dari kampus-kampus ternama di Indonesia bertemu di Surabaya untuk membahas pentingnya sains data dalam ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat.
Mereka duduk bersama dalam acara seminar nasional bertajuk ‘Optimalisasi Penerapan Sains Data pada Riset, Pengabdian Masyarakat, dan Kerjasama untuk Menunjang Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Indonesia 2030’.
Kegiatan ini dihadiri perwakilan dari setiap kampus seperti Instutute Teknologi Bandung hingga Universitas Diponegoro. “Ada 14 narasumber yang kami datangkan dalam acara ini,” kata Kaprodi Sains Data UPN Veteran Jatim Dr Eng Ir Dwi Arman Prasetya, Kamis (11/7/2024).
Arman mengungkapkan, peran sains data dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) serta ketahanan pangan dan kesehatan di Indonesia sangat krusial.
SDGs analisis data, kata dia, dapat membantu dalam pemantauan dan evaluasi progres terhadap berbagai tujuan pembangunan berkelanjutan. “Dengan analisa data kita bisa mengurangi angka kemiskinan, meningkatkan akses kesehatan, hingga melindungi lingkungan, ” ujarnya.
Sementara untuk sektor ketahanan pangan, sains data bisa dipakai untuk memprediksi pola produksi dan evaluasi pertanian secara berkelanjutan. Dengan begitu bisa membantu pengambilan keputusan yang lebih tepat.
“Dengan sains data yang baik, Indonesia dapat memperkuat ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat secara efektif,” tuturnya.
Arman mengatakan, melalui Seminar Nasional Sains Data (Senada) 2024 ini, diharapkan bisa memberikan wawasan pentingnya sains data untuk mengoptimalkan produksi pangan. Tidak hanya itu, dalam bidang kesehatan juga efektif untuk menjaga kesehatan masyarakat. “Salah Satunya sains data bisa menjawab kebutuhan dokter di Indonesia,” katanya. [ipl/kun]






