Surabaya (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan Jawa Timur (Dindik Jatim) meluncurkan sistem digital IMAS (Integrated Management Administration System) dan Buku Saku GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) untuk menyederhanakan administrasi guru, Jumat (13/2/2026).
Peluncuran ini sebagai langkah mengembalikan peran utama pendidik di ruang kelas tanpa beban dokumen manual yang rumit.
Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menetapkan 2025 sebagai tahun inovasi pendidikan yang produktif. Peluncuran IMAS menjadi instrumen utama transformasi digital bagi ribuan tenaga kependidikan di wilayah tersebut. “Guru tugasnya mengajar dan mendidik. Selebihnya adalah tugas institusi yang menaungi,” kata Aries.
Ia menekankan, sistem ini menghapus kerumitan penghitungan jam pelajaran secara manual.
IMAS mengintegrasikan perhitungan kredit fungsional hingga layanan pengaduan dalam satu platform sistematis.
Aplikasi ini memfasilitasi kebutuhan kenaikan pangkat serta kendala belajar mengajar secara responsif dan akuntabel melalui fitur digital.
Kabid GTK Dindik Jatim, Ety Prawesti, menyebut IMAS sebagai jawaban atas kompleksitas tata kelola pendidikan. Transformasi digital ini memastikan layanan administrasi berjalan efisien serta berbasis data yang terintegrasi secara nasional.
“Inovasi IMAS ini merupakan representasi transformasi digital administrasi pendidikan terintegrasi dan berbasis data, memperkuat tata kelola dan kualitas layanan terhadap GTK di Jawa Timur,” tegasnya.
Selain aplikasi, Dindik Jatim menerbitkan Buku Saku GTK sebagai panduan regulasi dan tanggung jawab profesi. Buku ini merangkum 15 Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk meningkatkan pemahaman hukum para guru.
Materi panduan tersebut meliputi aturan kenaikan pangkat hingga tugas struktural pejabat di lingkungan dinas. Inovasi ini diharapkan memperkuat ekosistem pendidikan Jatim melalui birokrasi yang lebih ringkas dan transparan. [ipl/kun]






