Blitar (beritajatim.com) – Bupati Blitar, Rijanto melaksanakan panen raya padi organik atau non kimia di Desa Bendosari Kecamatan Sanankulon pada Minggu (27/04/2025). Dengan penuh semangat Rijanto memimpin panen padi yang ditanam oleh kelompok tani Ben Giat tersebut.
Rijanto pun menegaskan bahwa pertanian organik yang sehat bukan hanya saja wacana, namun bisa dilakukan. Panen raya padi organik di Desa Bendosari Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar ini pun menjadi bukti bahwa pertanian organik bisa kembangkan.
“Kegiatan panen raya ini merupakan satu bukti bahwa pertanian dengan pupuk organik bukan merupakan sebuah wacana. Selain dapat menghasilkan produk yang sehat dan aman bagi tubuh, pertanian dengan pupuk organik juga sangat berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem tanah dan air,” Ungkap Rijanto, Bupati Blitar.

Bupati Blitar tersebut pun memberikan dukungan penuh terhadap kelompok tani organik. Selain itu Rijanto juga memberikan apresiasi kepada para petani yang sudah menjalankan konsep pertanian organik.
“Untuk itu, saya berharap para petani Kabupaten Blitar dapat terus berinovasi untuk menciptakan pupuk ramah lingkungan yang sekaligus dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas padinya”, lanjut Rijanto.
Sebagai informasi, luas tanam padi di Kabupaten Blitar pada tahun 2024 adalah 44.091 hektar. Dengan luasan tersebut hasil panen padi yang dicapai Kabupaten Blitar pun mencapai 38.734 hektare.
Dari luas lahan tersebut dapat menghasilkan 254.999 ton gabah basah atau setara dengan 212.618 gabah kering. Jumlah ini cukup banyak dan diharapkan dapat terus bertambah setiap tahunnya.
“Hal ini juga merupakan komitmen Pemkab Blitar dalam mendukung program swasembada pangan Presiden Prabowo Subianto,” tegasnya. (owi/but)






