Surabaya (beritajatim.com) – Fenomena cuaca panas terik yang sesekali diselingi hujan di wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan sekitarnya terjadi belakangan ini. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi ini menandai masa transisi peralihan musim dari musim hujan menuju musim kemarau (pancaroba).
Prakirawan BMKG Juanda, Thariq Harun, menjelaskan bahwa cuaca yang tidak menentu ini adalah hal yang lumrah terjadi. Meski suhu terasa menyengat pada siang hari, potensi hujan diprediksi masih akan turun hingga awal Mei 2026.
“Lebih tepatnya saat ini masa peralihan. Diprediksi (ini akan berlangsung) hingga awal Mei,” ujar Thariq, Rabu (8/4/2026).
Selama periode transisi ini, masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Karakter cuaca yang ekstrem dapat memicu terjadinya bencana, seperti banjir, tanah longsor, dan lain sebagainya.
“Waspada bencana hidrometeorologi pada masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau seperti hujan lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, petir, puting beliung, dan hujan es,” jelasnya.
Selain ancaman fisik, perubahan cuaca yang drastis dalam satu hari juga berisiko mengganggu kesehatan. Oleh karena itu, warga diimbau untuk menjaga pola hidup sehat agar kondisi tubuh tetap prima menghadapi perubahan suhu yang ekstrem.
“Masyarakat diimbau menjaga pola hidup sehat karena perubahan kondisi cuaca di masa peralihan dapat memicu berbagai penyakit,” tambahnya.
Sebagai tips kepada masyarakat menghadapi masa peralihan musim ini, BMKG menyarankan agar warga menggunakan pelindung diri seperti tabir surya dan payung saat berada di luar ruangan untuk menghindari dampak paparan sinar matahari yang terik.
Di sisi lain, bersamaan dengan hujan yang masih berpotensi turun, masyarakat diminta bijak menggunakan air bersih dan disarankan melakukan gerakan memanen air hujan sebagai cadangan menuju musim kemarau. “Bijaklah menggunakan air bersih dan melakukan gerakan memanen air hujan untuk memenuhi kebutuhan air,” katanya.
Terakhir, Thariq juga mengingatkan pentingnya memperbarui informasi cuaca sebelum beraktivitas, agar masyarakat dapat mengantisipasi perubahan kondisi cuaca. “Selalu update informasi cuaca dari BMKG sebelum beraktivitas di luar ruangan untuk kenyamanan dan keselamatan,” pungkasnya. (rma/kun)






