Lamongan (beritajatim.com) – Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki hingga 11 program prioritas, kepada Perwira Siswa (Pasis) Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Dikreg LXIV Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Darat (Seskoad) Tahun 2024.
Pengenalan potensi dan program prioritas Lamongan tersebut disampaikan Yuhronur saat menerima anjangsana dari Pasis KKL Seskoad Tahun 2024 di Ruang Command Center, Pemkab Lamongan, Rabu (3/7/2024).
“Selamat datang para perwira siswa yang akan KKL di Kabupaten Lamongan, kota indah penuh kenangan. Beberapa potensi yang bisa di maksimalkan selama KKL, di antaranya potensi pertanian, peternakan, agro industri bahari, hingga maritim,” ucap pria yang akrab disapa Pak Yes tersebut.
Sedangkan 11 program prioritas yang diusungnya, antara lain Program Perintis (pendidikan berkualitas dan gratis), Lamongan Sehat, Young Entrepreneur Succes dan UMKM Naik Kelas.
Kemudian juga ada program Jamula (Jalan Mantap dan Mulus Lamongan), 100 persen Layanan Publik Berkualitas, Yakin Semua Sejahtera, Rama Sinta, Lumbung Pangan Lamongan, Desa Berjaya dan Prestasi Pemuda dan Olahraga.
“Kami terus mewujudkan berbagai program tersebut. di bidang pendidikan, pemerintah telah menggelontorkan 18.000 beasiswa bagi siswa SD hingga S2,” tuturnya.
Sedangkan di bidang pertanian, kata Pak Yes, pihaknya juga terus mengembangkan berbagai komoditas selain padi yang memang menjadi penyuplai terbesar di Jawa Timur.
“Kemudian di bidang infrastruktur kami terus membangun jalan, termasuk jalan usaha pertanian dan hingga sekarang. Termasuk pariwisata, kami juga mengadakan berbagai festival untuk mengenalkan berbagai potensi wisata dan tradisi yang dimiliki,” katanya.
Sementara untuk menggenjot investasi agar pendapatan daerah semakin meningkat, Pemerintah Kabupaten Lamongan juga terus meningkatkan pelayanan prima, mendukung potensi yang dimiliki serta peluang investasi yang humanis.
“Lamongan ramah investasi, hal ini bisa dibuktikan dengan dukungan integrasi layanan perizinan dan non perizinan di Mal Pelayanan Publik, dukungan kepada peternak dengan sistem integrasi hingga industri manufaktur,” pungkasnya. (fak/ian)






