Jember (beritajatim.com) – Angin kencang menumbangkan sejumlah pohon dan merusak puluhan rumah, serta menyebabkan satu orang meninggal dunia, di Kabupaten Jember, Jawa Timur; Sabtu (18/12/2021) sore.
Peristiwa ini terjadi setelah Gubernur Khofifah mengingatkan warga saat diwawancarai wartawan, dalam kunjungannya ke lokasi gempa bumi di Jember, Sabtu siangnya.
“Oktoher lalu Kepala BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) mengingatkan ancaman (bencan) hidrometerologi, yakni ancaman puting beliung, intensiyas hujan tinggi yang berpotensi kemungkiman longsor dan banjir bandang,” kata Khofifah.
Pukul 16.30 WIB, hujan disertai angin kencang mengguyur sejumlah titik di Jember. “Angin kencang mengakibatkan beberapa pohon tumbang dan menutupi sebagian jalan di beberapa lokasi,” kata Rizal Mahmud, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jember.
Data sementara menunjukkan ada 26 pohon berdiameter 50 – 100 centimeter tumbang di tujuh titik. Sebagian menimpa lima rumah dan menutupi jalan. Satu orang meninggal dunia di Desa Wringintelu, Kecamatan Puger.
“Di wilayah saya, kisaran 32 rumah di tiga desa yakni Tembokrejo 10 rumah, Bagorejo 17 rumah, Karangrejo lima rumah yang tertimpa pohon tumbang dan beberapa genteng tersapu angin,” kata Bobby Arisandi, Camat Gumukmas, Minggu (19/12/2021) pagi.
[berita-terkait number=”4″ tag=”jember”]
Sementara itu BPBD mencatat wilayah yang terdampak adalah Dusun Rejosari, Desa Tembokrejo, Kecamatan Gumukmas; Bagorejo Gumukmas,; Desa Wringintelu, Kecamatan Puger, Desa Mlokorejo, Kecamatan Puger, Jalan Mojomulyo, Dusun Mojomulyo, Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger;
Jalan Umbulsari – Paleran, Dusun Krajan, Desa Umbulsari, Kecamatan Umbulsari, dan Jalan Umbulsari – Paleran, Dusun.Tegalwangi, Desa Jatilawang.
Akibat kejadian itu, terjadi pemadaman listrik di sejumlah lokasi. “Kami mengimbau agar masyarakat lebih waspada terhadap cuaca ekstrem,” kata Rizal. [wir/but]







