Magetan (beritajatim.com) — Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata Kabupaten Magetan tahun 2026 dipatok sebesar Rp23,4 miliar. Hingga akhir Maret, realisasinya baru mencapai sekitar 21 persen.
Ketua Komisi B DPRD Magetan, Rita Haryati menilai capaian tersebut masih perlu didorong melalui berbagai strategi, termasuk penguatan event pariwisata dan promosi destinasi unggulan seperti Telaga Sarangan.
Salah satu upaya yang disiapkan adalah penganggaran Rp300 juta pada 2027 untuk penyelenggaraan Festival Labuhan Sarangan. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperpanjang lama tinggal (length of stay) di kawasan tersebut.
“Event seperti Festival Labuhan Sarangan diharapkan bisa mendongkrak kunjungan wisata. Dampaknya tidak hanya ke PAD, tapi juga ke hotel, UMKM, pedagang, hingga jasa wisata seperti kuda,” ujar Rita usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Magetan, Kamis (2/4/2026)
Ia menambahkan, geliat ekonomi di kawasan Sarangan sangat bergantung pada aktivitas wisata. Karena itu, peningkatan kunjungan akan berbanding lurus dengan perputaran ekonomi masyarakat.
Evaluasi pascalibur Lebaran juga menjadi perhatian. Dinas Pariwisata disebut telah melakukan sejumlah perbaikan, terutama pada aspek kebersihan kawasan telaga. Frekuensi pembersihan yang sebelumnya dua kali sehari kini ditingkatkan menjadi tiga kali sehari.
Selain itu, dukungan fasilitas juga bertambah melalui bantuan 20 unit boks sampah dari Bank Jatim untuk menjaga kebersihan lingkungan wisata.
Di sisi promosi, sinergi dengan Dinas Kominfo terus diperkuat guna memperluas jangkauan informasi destinasi wisata Magetan. Komisi B juga mendorong percepatan penerapan sistem tiket elektronik (e-ticketing) untuk meningkatkan transparansi dan optimalisasi pendapatan.
Namun demikian, kunjungan wisata selama libur Lebaran tahun ini tercatat mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Faktor cuaca dan kondisi akses, termasuk adanya longsor di jalur menuju Sarangan, disebut turut memengaruhi minat wisatawan.
Meski begitu, aktivitas wisata tidak sampai ditutup. Perbaikan infrastruktur seperti talud yang terdampak longsor tetap berjalan berdampingan dengan operasional destinasi.
Komisi B berharap Dinas Pariwisata dapat menggenjot promosi dan memaksimalkan potensi yang ada agar target PAD tahun ini bisa tercapai. Terlebih dalam dua tahun terakhir, tren capaian PAD sektor pariwisata disebut mengalami penurunan meski selisihnya tidak signifikan.
“Harapannya dengan berbagai upaya ini, target PAD bisa tercapai dan sektor pariwisata kembali menjadi penggerak ekonomi daerah,” pungkasnya. [fiq/but]






