Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelontorkqn dana lebih dari Rp500 miliar per tahun untuk program Universal Health Coverage (UHC).
Program ini memungkinkan seluruh warga ber-KTP Surabaya mendapatkan layanan kesehatan gratis di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan Pemkot, hanya dengan menunjukkan KTP.
“Mulai April 2021, cukup dengan KTP, warga Surabaya bisa dilayani di semua rumah sakit yang bekerja sama dengan pemerintah kota,” tegas Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Rabu (12/6/2024).
Eri berharap dengan program UHC ini dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan memastikan akses layanan kesehatan tanpa hambatan finansial. “Jangan ragu berobat jika sakit, Pemkot hadir untuk memberikan layanan terbaik,” ujar Eri.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina, menjelaskan bahwa program ini mencakup semua fasilitas pelayanan kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, dengan total 226 fasyankes di Surabaya saat ini.
“Dengan anggaran UHC tahun 2024 sebesar Rp527,980 miliar, sebanyak 1.234.187 jiwa telah terdaftar sebagai penerima bantuan iuran (PBI),” ungkap Nanik.
Program ini didanai dari APBD Surabaya, DBHCHT, Pajak Rokok, dan Dana Alokasi Umum (DAU) Kesehatan. Pemkot juga melakukan monitoring dan evaluasi ketat untuk memastikan efektivitas program dan keakuratan data penerima manfaat.
“Kami melakukan verifikasi dan validasi data secara rutin untuk memastikan hanya warga ber-KTP dan domisili Surabaya yang mendapatkan manfaat UHC,” tegas Nanik.
Ke depannya, Pemkot Surabaya berharap dapat memberdayakan kepesertaan BPJS sesuai segmentasi, mengoptimalkan warga tidak mampu sebagai peserta PBI APBN, dan mendorong warga mampu untuk mendaftar mandiri atau melalui pemberi kerja.[asg/aje]






