Surabaya (beritajatim.com) – Ratusan jemaah dari berbagai daerah di Jawa Timur menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang sekaligus menjadi pengajian menjelang pernikahan putra Hj. Indah SE, Adin Alfurrohmat.
Acara yang berlangsung di kediaman Hj. Indah di Jalan Jawa, Surabaya, dihadiri oleh puluhan habib dan ratusan kiai, menjadikan momen ini tidak hanya religius tetapi juga sarat dengan nilai kebersamaan dan doa restu.
Sebanyak 500 jemaah laki-laki dan perempuan yang hadir dengan khidmat membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an.
Hj. Indah, pemilik Ciamso dan Java Cafe, menjelaskan bahwa acara ini rutin digelar setiap tahun sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dan sebagai rasa syukur atas kebahagiaan yang diterima keluarga.
“Merayakan Maulid Nabi ini merupakan bentuk kecintaan kita kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Bagaimana kita meneladani akhlakul karimah Nabi, mengamalkan ajaran-ajarannya, sehingga ada kehadiran Rasul di hati dan kehidupan kita,” ungkap Hj. Indah, Minggu (29/9/2024).
Menurut Hj. Indah, tradisi ini telah berlangsung selama lima tahun, meneruskan ajaran orang tuanya yang dahulu sering mengadakan kegiatan serupa di Kediri.
“Ini agenda rutin setiap tahun, saya meneruskan ajaran ummik dan abi. Sudah lima tahun ini. Dan alhamdulillah kalau ada rezeki, maka kita manfaatkan untuk acara Maulid Nabi,” tambahnya.
Dalam acara ini, Hj. Indah juga mengadakan sedekah untuk 50 anak yatim dan piatu serta memberikan undian umrah gratis bagi 10 jemaah perempuan. Souvenir menarik berupa karpet 3×4 meter, sajadah, dan kurma juga dibagikan kepada seluruh jemaah yang hadir.
Selain merayakan Maulid Nabi, acara ini juga menjadi momen bagi Hj. Indah untuk memohon doa restu dari para habaib dan kiai atas pernikahan Adin.
“Semoga anak saya Adin menjadi kepala rumah tangga yang bijak, hebat, dan menjaga sekaligus menyayangi istri bersama anak-anaknya kelak. Lalu tidak lupa sama mamanya. Mudah-mudahan bahtera kehidupannya penuh berkah. Jadi pasangan yang sakinah, mawaddah, dan warohmah,” harapnya.
Adin, yang menjadi yatim sejak usia tiga bulan, digambarkan oleh ibunya sebagai sosok yang tangguh dan penuh perhatian. “Saya harap Adin tumbuh seperti almarhum ayahnya, yang memiliki sifat tegas, penyayang, dan peduli terhadap sesama,” pungkas Hj. Indah.
Acara ini turut dihadiri oleh tokoh-tokoh agama seperti Habib Najib, Habib Mustofa Alaydrus, dan Habib Haidar dari Sunan Ampel, yang turut memperkaya makna spiritual dalam perayaan Maulid Nabi sekaligus pengajian pernikahan Adin. [asg/but]






