Jember (beritajatim.com) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengingatkan warga untuk mewaspadai praktik ‘soceng’ alias social enginering alias begal rekening. Pelaku soceng mengincar data dan informasi pribadi untuk mengeruk keuntungan secara ilegal.
Peringatan ini disampaikan Niken Dyah Pristanti, Kepala Subbagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Jember, dalam acara Capacity Building Media yang digelat OJK Jember, Sabtu (8/10/2022). “Soceng ini adalah cara untuk memanipulasi korban agar bisa mendapatkan informasi data pribadi atau akses yang diinginkan,” katanya.
Mengutip data Laporan Strategi Antifraud yang dilansir inews.id, Rabu (22/6/2022), kerugian bank umum akibat soceng pada semester pertama 2021 mencapai Rp 246,5 miliar dan kerugian dialami nasabah bank sebesar Rp 11,8 miliar.
Menurut Niken, soceng memanipulasi psikologi dengan cara mempengaruhi pikiran korban melalui berbagai cara dan media persuasif. “Korban dibuat senang atau panik, sehingga tanpa sadar akan menjawab atau mengikuti instruksi pelaku,” jelasnya.
Praktik kejahatan soceng meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan teknologi informasi dalam transkasi perbankan. Pelaku soceng bisa menyerang kapan saja, termasuk pada malam hari saat korban lelah.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-jember”]
“Pelaku soceng akan mengambil data dan informasi pribadi untuk keuntungan sendiri seperti mencuri semua uang di rekening, ambil alih akun, atau mennyalahgunakan data pribadi untuk kejahatan,” kata Niken. Modusnya bisa melalui phising scam phonedan impersonation call, berupa penawaran menjadi nasabah prioritas, informasi perubahan tarif transfer bank, akun layanan konsumen palsu, dan tawaran menjadi agen laku pandai.
Niken menyarankan kepada masyarakat untuk menjaga kerahasiaan data pribadi dan tidak berbagi informasi sensitif. “Jangan memberikan pin atau password akses keuangan ke sembarang orang. Pastikan menggunakan jaringan internet yang aman saat akan mengakses akun keuangan,” katanya. [wir/but]






