Jember (beritajatim.com) – Seorang warga negara Filipina mengabarkan kepada Suci Nabila Aulia Putri, putri sulung Sofiatun, bahwa sang ibu dibawa ke penjara oleh polisi Arab Saudi. Kabar ini membuat keluarga Sofiatun di Dusun Salak, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, cemas.
Sofiatun bekerja di Arab Saudi sejak April 2022. Suci menghubungi warga Filipina yang juga rekan Sofiatun bernama Kim Albia melalui pesan WhatsApp, Sabtu (9/9/2023), setelah tak ada kabar dari sang ibu. Keluarga terakhir berkomunikasi dengan Sofiatun pada Selasa (29/8/2023), setelah peristiwa kematian misterius juragan perempuannya di Riyadh, Saudi, dua sebelumnya.
“Selang beberapa hari, saya menunggu kabar dari Ibu. Tidak ada. Semua kontak yang pernah saya hubungi untuk berkomunikasi dengan Ibu sudah tidak online semua. WhatsApp, Instagram, dan Facebooknya sudah tidak online semua. Jadi kami curiga ini ada apa,” kata Suci.
BACA
Juragan Mati Misterius, Pekerja Migran asal Jember di Arab Saudi Terancam Hukuman
Berikut percakapan Suci dengan Kim Albia melalui pesan WhatsApp.
Suci: Sorry, can I ask something?
Kim: What?
Suci: What is the name of the city where my mother lives? I ask for the complete address, as well as the name Madam and her husband.
[keterangan: Madam adalah sebutan juragan perempuan Sofiatun di Saudi]
Kim: We are in Riyadh City but I don’t know the exact address. I’m sorry but I want to protect my self to… I can’t tell the information of Madam
Suci: Okay, thank you, because my little sister misses mom, she said she wanted to talk to me.
Kim: Sorry to say but your Mother and another house maid get on prison until now they not comeback here.
Suci: Whatttt? Imprisoned? Why is that so sis? Ya Allahh
Kim: Police take them because Madam died. I don’t know why all house maid take prison.
Suci: I’m juts a girl who always pray that my mother will always be fine.
Kim:They do an investigation for few days but until now they not come back here..,
Suci: I ask for help, sis, if anything happens, let me know immidiately.
Kim: They not tell me the information or what happen… just told me that the 3housemaid get prison.
Suci: Does that include my mother, sis, who is in prison?
Kim: All of them
Suci: Why is that possible? Evem though thet weren’t proven wrong, right, sis?
BACA
Juragan Mati Misterius, Polisi Saudi Tangkap Warga Jember dan 2 WNI
Terjemahan ke dalam bahasa Indonesia
Suci: Maaf, bolehkah saya menanyakan sesuatu?
Kim: Apa?
Suci: Apa nama kota dimana ibu saya tinggal? Saya minta alamat lengkapnya, serta nama Madam dan suaminya.
[keterangan: Madam adalah sebutan juragan perempuan Sofiatun di Saudi]
Kim: Kami berada di Kota Riyadh tapi saya tidak tahu alamat tepatnya. Saya minta maaf tapi saya ingin melindungi diri saya untuk… Saya tidak bisa memberi tahu informasi dari Nyonya
Suci: Oke terima kasih, karena adikku kangen sama mama, katanya mau ngomong sama aku.
Kim: Maaf, tapi ibumu dan pembantu rumah tangga lainnya dipenjara sampai sekarang mereka tidak kembali ke sini.
Suci: Apa? Dipenjara? Kenapa begitu kak? Ya Allahh
Kim: Polisi mengambilnya karena Nyonya meninggal. Saya tidak tahu mengapa semua pembantu rumah tangga dipenjara.
Suci : Aku hanyalah seorang gadis yang selalu berdoa agar ibuku selalu baik-baik saja.
Kim:Mereka menjalani penyelidikan selama beberapa hari tetapi sampai sekarang mereka tidak kembali ke sini..,
Suci: Saya mohon bantuannya mbak, kalau ada apa-apa segera kabari saya.
Kim: Mereka tidak memberi tahu saya informasinya atau apa yang terjadi… hanya memberi tahu saya bahwa pembantu rumah tangga tersebut dipenjara.
Suci: Termasuk ibu saya mbak yang dipenjara?
Kim: Semuanya
Suci : Kenapa bisa? Padahal gak terbukti salah kan, mbak?
BACA
Ini Pesan Mengharukan Sofiatun Pekerja Migran Jember kepada Anaknya Sebelum Masuk Penjara Saudi
Menurut Suci, selama Sofiatun di Arab Saudi, kiriman uang gaji ke Jember lancar. “Tapi kalau masalah komunikasi jarang-jarang. Soalnya Ibu tidak pegang HP sendiri. Kalau mau berkomunikasi ke keluarga, pakai HP teman. Kadang pakai HP almarhumah majikannya,” katanya.
Selama ini Sofiatun tidak pernah bercerita soal kesulitan apapun di Saudi. Menurut Suci, keluarga majikan sang ibu adalah keluarga harmonis. “Majikannya baik. Almarhumah majikan juga baik. Sama saya juga baik. Kadang bilang begini: Adik apakah tidak mau menelepon Ibu?” kata Suci.
BACA
Nasib Sofiatun: Terjebak Utang di Jember, Terancam Hukuman Setelah Majikan di Saudi Tewas
Suci berharap pemerintah bisa memulangkan Sofiatun ke tanah air. “Saya berharap banyak pembelaan dari pemerintah Indonesia terhadap Ibu,” katanya. [wir]






