Jember (beritajatim.com) – Kepala Desa Suco, Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember, Taufik Hidayat, punya inisiatif yang cemerlang. Mengoptimalkan sawah untuk penanaman rumput gajah, Taufik membangun konsep peternakan terpadu di desanya.
Program Taufik mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Jember. Bantuan dana akan disalurkan melalui Badan Usaha Milik Desa yang dibentuk Pemerintah Desa Suco.
BUMDes tersebut nantinya bakal mengelola peternakan kambing dengan konsep terpadu. Sementara pakannya menggunakan rumput gajah hasil penanaman di sawah.
“Kalau biasanya satu orang hanya bisa mengurus 10-15 kambing, dengan konsep kami bisa mengurus 50-100 ekor dengan pola menanam rumput gajah,” kata Taufik.
Usaha Taufik menanam rumput di sawah sempat dipandang sebelah mata oleh warga. Dia mengerti cara pandang tersebut lantaran masyarakat belum paham potensi di balik penanaman rumput gajah di sawah.
“Ada anggapan, imej masyarakat, tidak mau menanam rumput di sawah, karena tidak mengerti jika menanam rumput di sawah sangat menghasilkan. Kok tanam rumput di sawah? Kok tidak di pematang atau lahan tidur,” katanya.
Padahal, lanjut Taufik, bertanam rumput di sawah bisa menghasilkan lima kali lipat daripada berbudidaya padi dan jagung. Dengan persediaan rumput yang berlimpah, warga bisa memberi makan ternak tiga kali sehari, yakni jam 7 pagi, jam 2 siang, dan jam 7 malam.
“Rumputnya kami giling. Alhamdulillah nutrisinya tinggi,” katanya.
Taufik ingin konsepnya diikuti masyarakat, sehingga harus dibuat sesederhana mungkin. “Kami ingin memakmurkan masyarakat. Tidak mau ruwet,” katanya.
Saat ini, ada 20 orang yang sudah mengelola ternak milik badan usaha milik desa dengan cara terpadu. Satu orang warga mengelola lima ekor kambing betina dan satu ekor kambing jantan.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Jember”]
“Target tahun 2022 ini 100 ekor kambing dikelola. Tinggal 30 ekor yang belum tercapai. Sudah 70 ekor tercapai. Ini sudah berlangsung satu tahun,” kata Taufik.
Peternakan terpadu ini lanjutan dari program yang dikelola pemerintah desa tahun sebelumnya. Tahun lalu, Pemdes Suco punya program mengolah limbah pertanian jadi pakan ternak.
“Ternyata ada pola lebih efisien, karena jujur kalau dengan cara fermentasi, masyarakat tidak bisa melaksanakan karena ribet. Dengan konsep kami, saya yakin petani bisa melaksanakan,” kata Taufik.
Bupati Hendy Siswanto memuji peternakan terpadu yang dikelola Taufik. “Peternakan kambing tidak bau. Kaget juga saya. Pemkab Jember melalui Dinas Peternakan akan saya dorong untuk mendukung ini agar masyarakat Suco dan masyarakat Jember lainnya bisa berternak dengan sistem peternakan terpadu,” katanya. [wir/beq]






