Jember (beritajatim.com) – Pandemi Covid mereda, kini kewaspadaan dialihkan pada demam berdarah. Nyamuk demam berdarah dengue (DBD) sudah memakan satu korban jiwa di Dusun Besuki, Desa Sidomekar, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
“Bu Sulastri meninggal di Rumah Sakit Balung. Trombositnya sudah mencapai di bawah standar. Mudah-mudahan tidak ada warga lain terkena,” kata Kepala Desa Sidomekar Udi Prihwiyanto, ditulis Kamis (16/6/2022).
Udi berharap Pemerintah Kabupaten Jember mengadakan alat fogging untuk setiap desa. “Kami kesulitan kalau tidak ada alat fogging. Rata-rata warga desa kalau ada yang kena DBD minta instan. Langsung minta difogging. Karena alat fogging puskesmas rusak, kami tidak bisa berbuat apa-apa,” katanya.
Akhirnya Pemerintah Desa Sidomerkar meminta bantuan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember. Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember yang selama dua tahun ikut membantu penanganan Covid, termasuk pemakaman pasien meninggal dunia, kini mulai menerima permohonan fogging atau pengasapan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”jember”]
PMI Jember pun menerjunkan enam relawan PMI untuk melakukan pengasapan di 50 rumah warga, dua sekolah, tiga tempat ibadah, dan satu kantor. “Ini bagian dari prevensi bertahap oleh relawan. Saya harap jangan cuma mengandalkan fogging untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit, namun harus diimbangi dengan gerakan 3 M serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” kata Ketua PMI Jember Zaenal Marzuki.
Selain melakukan Fogging, di sela sela kegiatan tersebut relawan PMI jember juga memberikan sosialisasi pada masyarakat terkait cara mencegah penyebaran penyakit demam berdarah. Salah satunya adalah meminta warga menerapkan 3 M yakni menguras atau membersihkan tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air dan mengubur barang bekas agar tidak menjadi sarang nyamuk. [wir/but]






