Surabaya (beritajatim.com) – Selama operasi patuh Semeru 2025, jumlah kejadian kecelakaan di wilayah Jawa Timur mengalami penurunan dibanding tahun lalu.
Dari data yang disampaikan Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Iwan Saktiadi, tahun 2024 jumlah kejadian sebanyak 662, sementara di tahun 2025 ada 403 kejadian.
” Artinya secara kuantitatif angkanya menurun dan jika dipresentasi itu kurang lebih 39% penurunannya,” ujar Dirlantas.
Namun, sangat disayangkan penurunan jumlah kejadian tersebut tak diikuti dengan korban korban meninggal dunia karena mengalami peningkatan. Di mana pada tahun 2024 itu terjadi 18 korban meninggal dunia. sementara 2025 ini 23 orang. Artinya ada kenaikan kurang lebih 28%
Sementara korban luka berat ada penurunan dari 61 orang di tahun 2024 menjadi 50 orang di tahun 2025. Selisihnya 11% penurunannya.
Untuk korban luka ringan juga mengalami penurunan yang cukup signifikan, di tahun 2024 jumlah korban 1.012 orang, di tahun 2025 menjadi 569 orang.
“Ini cukup signifikan ini penurunannya. kurang lebih 24%,” tambah Dirlantas.
Sementara untuk kerugian materialnya tahun 2024 itu operasi patuh terdapat kerugian, 1.042.500.000. Tahun 2025 ini 672.920.000, artinya 35% penurunan dibanding tahun lalu. [uci/ian]






