Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Kediri menggelar Operasi Pasar Murni (OPM) selama 13 hari, mulai 7 hingga 26 Maret 2025, guna menjaga stabilitas harga bahan pokok selama bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin Thoha (Gus Qowim), menyatakan bahwa kegiatan ini dilakukan sesuai arahan Wali Kota Kediri, Vinanda.
“OPM dilaksanakan selama 13 hari dimulai tanggal 7 hingga 26 Maret. Tahun ini sebaran lokasi OPM lebih banyak, yakni 39 titik. Khusus untuk warga ber-KTP Kota Kediri. Di setiap titik tersedia 150 pack beras kemasan 5 kilogram, 400 kilogram gula pasir, 336 botol minyak goreng ukuran 1 liter, serta 200 kilogram telur ayam. OPM ini digelar serentak di tiga kelurahan merata setiap kecamatan,” ujar Gus Qowim.
Pada hari pertama pelaksanaan, OPM berlangsung di tiga lokasi, yakni Kelurahan Setono Gedong, Kelurahan Pakunden, dan halaman Kantor Kejaksaan Negeri Kota Kediri yang sekaligus menggelar bazar murah.
Kolaborasi dengan Kejaksaan dan BI Kediri
Selain OPM, Pemkot Kediri juga mengadakan Gerakan Pangan Murah yang dikoordinasi oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta Bazar Pangan Murah bekerja sama dengan Bank Indonesia Kediri. Berbagai langkah strategis terus dilakukan untuk menjaga stabilitas harga pangan di Kota Kediri.
“Hari ini titik pertama Kelurahan Setono Gedong dan titik kedua di Kelurahan Pakunden. Menariknya titik ketiga ada di sini hasil kolaborasi dengan Kantor Kejaksaan Negeri Kota Kediri sekaligus menggelar bazar murah,” tambahnya.
Gus Qowim pun mengimbau masyarakat untuk tetap berbelanja dengan bijak dan menghindari panic buying. “Saya berpesan warga tidak perlu panik dan khawatir. Berbelanjalah dengan bijak dan jangan panic buying. InsyaAllah stok komoditas aman tersedia untuk Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.”
Kegiatan ini juga diharapkan mampu membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok serta menjaga laju inflasi di Kota Kediri. Gus Qowim juga mengajak masyarakat untuk mendukung ekonomi lokal dengan membeli produk dari UMKM setempat.
“Mbak Wali Kota Kediri Vinanda dan saya juga menyampaikan terima kasih kepada Kejaksaan Negeri Kota Kediri telah memperbolehkan teman-teman UMKM berdagang takjil di depan kantor selama Ramadhan. InsyaAllah hal ini bisa membawa manfaat dan keberkahan,” ucapnya.
Dukungan Kejaksaan Negeri Kota Kediri
Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kediri, Andi Mirnawaty, menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh kebijakan Pemkot Kediri dalam mengendalikan inflasi, khususnya selama bulan Ramadhan.
“Kami mendukung kebijakan Pemkot Kediri mengenai pengendalian inflasi. Jadi kami meminta kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Kejaksaan. Ada juga teman-teman UMKM di sini yang hadir,” ujarnya.
Dalam bazar dan OPM ini, beberapa bahan pokok dijual dengan harga lebih terjangkau:
- Beras kemasan 5 kg: Rp 65.000
- Telur ayam: Rp 23.000/kg
- Gula pasir: Rp 15.000/kg
- Minyak goreng 1 liter: Rp 15.000/botol
- Cabai rawit 250 gram: Rp 9.000
- Bawang putih 500 gram: Rp 19.000
- Bawang merah 500 gram: Rp 19.000
- Cabai merah keriting 250 gram: Rp 9.000
Bazar juga menghadirkan berbagai produk UMKM yang turut meramaikan acara.
Wakil Wali Kota Kediri, Gus Qowim, yang turut hadir secara langsung meninjau pelaksanaan bazar dan OPM di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Kota Kediri. Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan Forkopimda, Deputi Kepala Perwakilan BI Kediri Wihujeng Ayu, staf ahli, Kepala Disperdagin Wahyu Kusuma, Kepala Bagian Perekonomian Tetuko Erwin, Lurah Mojoroto Ahmad Koharudin, serta tamu undangan lainnya. [nm/beq]






