Malang (beritajatim.com) – Bahagia kini dirasakan pedagang hewan kurban. Omzet para pedagang hewan kurban ini meroket jelang Idul Adha 1444 H.
Di Pasar Hewan Kepanjen, Kabupaten Malang contohnya. Dalam satu hari, pedagang hewan ternak di tempat itu kebanjiran pembeli dari luar daerah.
Salah satu pedagang kambing, Murtadho mengatakan, dalam beberapa hari ini saja, pembeli hewan kurban cukup tinggi.
“Untuk hari ini saja beberapa pedagang hewan menjual belasan kambing dalam waktu hitungan jam,” kata Murtadho, Rabu (28/6/2023).
Ia mengaku, setiap harinya dapat mengirimkan belasan hingga puluhan kambing untuk pelanggannya di dalam maupun luar Malang.
Baca Juga:
BPF Salurkan Hewan Kurban Lewat Pemkot Malang
“Alhamdulillah tahun ini penjualan hewan kurban meningkat drastis dibandingkan tahun kemarin, karena Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sudah melandai,” tegas Murtadho.
Hal tersebut sedikit membuatnya tersenyum, setelah berhasil melewati masa PMK yang sempat membuat bisnisnya hampir melumpuh. Terlebih, seperti saat ini harga hewan kurban khususnya kambing mengalami lonjakan yang cukup besar dibandingkan dengan hari sebelumnya.
“Harga kambing naik 50 persen dibandingkan sebelumnya. Kenaikan harga mulai dari 10 hari yang lalu,” beber Murtadho.
Sejak pertengahan bulan Juni hingga hari H atau H-1 Idul Adha, pria asal Gondanglegi ini mengaku telah menjual kurang lebih sebanyak 300 ekor kambing.
Baca Juga:
Jumlah Masyarakat Miskin di Kabupaten Malang Capai 74.290 Keluarga
“Alhamdulillah ada kemajuan. Peminatnya dari Kabupaten Malang, ada juga dari Blitar dan juga Kota Malang,” tambahnya.
Rencananya, ia akan tetap membuka lapaknya hingga H+7 Idul Adha. Hal tersebut dilakukan mengingat tidak semua masyarakat melaksanakan penyembelihan hewan korban secara serentak.
Sehingga, Murtadho memprediksi permintaan hewan kurban dimungkinkan akan terus ada hingga H+ 7 lebaran Idul Adha.
“Saya buka di rumah juga, rencananya sampai H+ 7 karena biasanya tetap rame. Kantor-kantor juga biasanya masih banyak yang mencari diatas hari raya ke tiga sampai tujuh,” pungkasnya. [yog/beq]






