Surabaya (beritajatim.com) – Pemilik usaha rumah makan di sekitar proyek box culvert Jalan Mayjend Sungkono, Kota Surabaya mengeluh omset (laba) penjualan turun nyaris 100 persen, Jumat 2 Agustus 2024 hari ini.
Merosotnya omset mereka ini akibat pengerjaan proyek box culvert, tepat di depan tokonya. Sejak 7 Juli 2024, di mana toko- toko mereka terhalang oleh dinding penutup SOP proyek, hingga saat ini.
Andini, salah satu karyawan rumah makan Aroma Coto Gagak mengatakan, pengunjung sepi sudah sejak 1 bulan kemarin dan omset turun 80 drastis persen.
“Sangat – sangat terdampak, dan ini bisa dihitung customer yang dateng. Yang dulu itu bahkan laba merosot 80 persen, sekarang meningkat menjadi 60 persen,” terang Andini ditemui beritajatim.com hari ini.
Menurut Andini, akibat terhalangi dinding proyek ini pengunjung (customer) banyak yang mengira rumah makannya tutup. Kata dia, keluhan lainnya adalah tidak ada lahan parkir, dan kalau ada jauh.
“Buka secara online juga, tapi ya seperti ini (sepi) mungkin banyak yang mengira tutup,” ungkap dia.
Dari situ, Andini mengungkapkan bahwa dirinya merasa tidak enak sama atasanya (bos). Sebab, terkesan makan gaji buta sebab tak sampai ada pengurangan gaji.
“Ya inisiatif sendiri dipasang spanduk tetap buka. Karena dari bosnya tetep menyuruh buka,” papar dia.
Senada dengan Andini, Ramuji, pengusaha rumah makan ‘Soto Wawan’ mengatakan hal yang sama. Katanya, omset dia turun 70 persen sejak adanya proyek box culvert dan belum tahu selesai hingga kapan.
“Satu bulan ke belakang omset atau laba turun 70 persen. Belum tahu selesainya kapan, padahal ini sudah kering begini belum ada pengerjaan,” ucap Ramuji.
Ramuji juga menjelaskan, yang terdampak proyek ini penjual semuanya dan juga warga kampung di sekitar.
“Nggak kita aja, semuanya juga gitu. Akses jalan Kampung juga terganggu. Banyak mobil warga di sini yang diparkir ke pojok belakang sana,” tandas dia. [ram/ian]






