Jombang (beritajatim.com) – PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat membawa dampak yang signifikan bagi dunia perhotelan di Jombang. Betapa tidak, sebelum PPKM Darurat, okupansi hotel sempat meningkat.
Namun setelah diterapkannya kebijakan tersebut, tingkat keterisian kamar hotel terjun bebas. Tamu yang menginap bisa dihitung dengan jari. “Setelah PPKM Darurat, ada penurunan hingga 90 persen, Ini sangat berat bagi kami,” kata General Manager (GM) Green Red Hotel Syariah Jombang, Riyadi Saputra, Sabtu (17/7/2021).
[berita-terkait number=”5″ tag=”hotel”]
Riyadi menjelaskan, sebelumnya yakni mulai April 2021 dunia perhotelan di Jombang mulai menggeliat. Meski dengan protokol kesehatan ketat, mulai ada even di hotel yang terletak di Jl Sukarno-Hatta No 55 Jombang ini.
Sudah begitu, tamu yang menginap juga mengalami peningkatan. Bahkan pada bulan Juni, peningkatannya cukup signifikan. Di Hotel Green Red Jombang, lanjut Riyadi, memiliki 35 kamar. “Nah, pada Juni kemarin okupansinya mencapai 90 persen. Laku 27 kamar,” ujarnya.
Nah, mulai 3 Juli, PPKM Darurat diberlakukan. Mobilitas warga dibatasi. Sejumlah ruas jalan di Jombang juga ditutup. Dampaknya, okupansi hotel terjun bebas. Mobil yang parkir di depan hotel Green Red bisa dihitung dengan jari. “Saat ini paling banyak 10 kamar yang terjual. Turun drastis,” ungkapnya. [suf]






