Gresik (beritajatim.com) – Oknum polisi di Gresik mendorong muazin Masjid Al Aqsa, Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar, hingga nyaris terjatuh. Peristiwa tersebut terekam kamera CCTV (Close Circuit Television).
Aksi tersebut terjadi Senin (17/7/2023) menjelang salat subuh. Selain mendorong, oknum polisi tersebut juga menendang motor yang diparkir hingga roboh.
Terkait dengan kejadian ini, Wakil Ketua PD Muhammadiyah Gresik Bidang Hukum HAM dan Advokasi Publik Zamroni sangat menyayangkan kejadian tersebut. Karena secara tidak langsung hal itu merusak citra polisi di mata masyarakat.
BACA JUGA:
Jelang Pesta Demokrasi 2024, Peralatan Dalmas Polres Gresik Dicek
“Kami meminta kepada oknum polisi yang mendorong muazin diberi sanksi tegas. Sebab, kejadian tersebut berlangsung menjelang ada jamaah sedang melakukan salat subuh,” ujarnya kepada beritajatim.com, Selasa (18/7/2023).
Dia juga menambahkan, meski kejadian ini sudah dimediasi, pihaknya tetap berharap oknum polisi yang berpakaian dinas itu jangan lagi mengulang perbuatannya. “Jangan sampai terulang. Apalagi sampai terjadi di kompleks masjid dampaknya tidak baik di masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, secara terpisah Kapolres AKBP Adhitya Panji Anom melalui Wakapolres Kompol Erika Purwana Putra mengatakan, oknum polisi yang memalukan itu sudah ditangani secara profesional. Yaitu ada sanksi yang tegas dari pimpinan.
BACA JUGA:
Tekan Kriminalitas, Warga Gresik Diajak Jaga Keamanan dan Aktifkan Siskamling
“Laporannya sudah masuk meski korban belum melaporkan. Masyarakat tak usah kuatir, oknum polisi ini pasti kami beri sanksi tegas,” katanya.
Ditanya kenapa oknum polisi itu mendorong dan menendang motor di parkiran masjid, Erika mengungkapkan ada dugaan oknum tersebut mobilnya diserempet oleh muazin saat mengendarai motor. “Dari penuturannya seperti itu, kami berharap kejadian ini tidak terulang lagi. Sebab, yang bersangkutan sudah dimintai keterangan dan otomatis diberi sanksi,” pungkasnya. [dny/suf]






